Pojok Hobi Otomotif

Mini Jip, 'Kecelakaan' Bisnis Berujung Untung

Tim CNNIndonesia, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 15:13 WIB
Mini Jip, 'Kecelakaan' Bisnis Berujung Untung Rumah produksi mini cruiser di Rempoa, Tangerang Selatan. (Mini Cruiser Sole Distributor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Haryo Wicaksono warga Rempoa, Tangerang Selatan tak menyangka bisnis jual mini cruiser atau mini Jip sejak tahun lalu sangat menggiurkan. Ia rela meninggalkan bisnis lamanya sebagai importir suku cadang mobil yang disebut karena kekurangan modal usaha.

Berbisnis mini Jip yang awalnya diragukan Haryo ternyata berbuah manis hingga terbentuk pasar serta komunitas mini Jip.

"Karena modal saya tidak kuat (sebagai importir suku cadang mobil)," kata pemilik gerai Mini Cruiser Indonesia, Haryo kepada CNNIndonesia.com, Senin (24/9).


Menurutnya, kekurangan modal usaha tidak membuatnya patah semangat. Ia pun mulai 'kasak-kusuk' mencari alternatif lain yang tentunya sejalan dengan renjana di dunia otomotif.

Diawali dengan pengembangan bisnis mini Jip pada tahun 2015. Saat itu gerai yang berlokasi di Rempoa, Tangerang baru berani merekayasa dan mendesain beberapa model mobil yang akan dipasarkan. Tiba waktunya pada September 2017, perusahaan mulai berani memasarkan produk-produknya di Indonesia.
Mesin mini cruiser mulai 125 cc.Mesin mini cruiser tersimpan di balik kap. (Foto: Mini Cruiser Sole Distributor)
Namun mengulik lebih dalam awal berdirinya bengkel mini Jip ini ternyata terinspirasi dari mainan mobil remote kontrol yang beredar di Indonesia.

"Cari barang lain dan masukin lebih gampang, nego untuk biaya masuk (komponen) agar lebih murah. Tidak tahunya malah keterusan orang Indonesia sama beginian karena barangnya unik juga ya," ucap pria karib disapa Aryo ini.

Untuk saat ini baru ada tiga model yang ia produksi dan pasarkan, yakni Land Rover Devender, Jeep Willys, dan Toyota FJ40. Tiga model berukuran kecil tersebut dirakit di rumah produksi kawasan Rempoa, Tangerang Selatan.

"Sasis, steering (kemudi), engine (mesin), elektrik (kelistrikan), sampai bodi molding masih dari China. Nah dirakitnya baru di Rempoa," ungkapnya.
Komponen-komponen Jip didatangkan dari China.Komponen-komponen Jip didatangkan dari China. (Foto: Mini Cruiser Sole Distributor)
'Blueprint' dari Jepang

Walau hampir keseluruhan komponen ia peroleh dari China, namun 'blueprint' produk tersebut berasal dari Jepang.

Aryo menjelaskan desainer mini Jip adalah orang Jepang yang bekerjasama dengan pihak kedua dari China. Namun, di negaranya sendiri mini Jeep itu tidak lolos seleksi administrasi Jepang Automotive Federation sehingga harapan untuk produksi massal sirna.

Singkatnya mobil mainan ini terus diproduksi di China, sementara kontrak kerja sama masing-masing perusahaan tidak diperpanjang setelah lima tahun berjalan. Aryo melihat itu menjadi kesempatan bagi Aryo sebagai distributor mini Jip untuk pasar dalam negeri.

"Kebetulan lewat lima tahun, pihak perusahaan Jepang tidak perpanjang MoU (nota kesepahaman) sama China. Dan akhirnya blueprint sudah jadi punya China hingga bisa dijual ke Indonesia dan Amerika," ucapnya.

Deretan mini Jip dijual mulai Rp40 jutaan sampai Rp80 jutaan.Deretan mini Jip dijual mulai Rp40 jutaan sampai Rp80 jutaan. (Foto: Mini Cruiser Sole Distributor)
Hobi Konsumen Berkocek Tebal

Aryo mengaku tidak mengira bahwa bisnis yang ia jalani menghasilkan uang. Penjualan tiga produknya tersebut sudah menyebar ke seluruh penjuru Indonesia.

"Nah kalau di mini Jip memang saya agak nekat, padahal di luar negeri belum booming sama sekali. Di Jepang ada, cuma ya tidak booming. Tapi saya putusin untuk masukin barang dengan harapan ini barang unik dan jadi fashion mobile. Alhamdulillah malah banyak," jelas Aryo panjang lebar.

Alhasil, Aryo berhasil menjual 24 unit mini cruiser per bulan, atau jika ditotal sejak tahun lalu telah terjual sebanyak 120 unit. Awal merintis usaha cuma mampu terjual 24 unit dalam empat bulan.

Harga mobil mainan bervariasi, untuk model Land Rover Devender 125cc mulai dari Rp42,5 juta, Jeep Willys 150cc Rp45 juta, dan FJ40 Rp45 juta. Bagi konsumen yang menambah pilihan modifikasi bisa dikenakan hingga Rp85 juta.

"Itu dari September tahun lalu sampai sekarang. Pembelinya juragan-juragan yang punya hobi aneh, ada yang bilang buat anaknya, terus istrinya. Ya pokoknya gitu, yang intinya ini mobil tidak penting sebetulnya ya," ucap Aryo ditutup dengan tawa riang. (ryh/mik)


BACA JUGA