"BSSN siap karena itu memang tugas yang harus diemban, tetapi tetap harus bersama dengan institusi lain yang terkait, harus kolaborasi dan sinergi," ujar Anton saat dikonfirmasi wartawan, Senin (24/9).
Anton mengatakan untuk melawan kampanye hitam dalam rangkaian Pilpres BSSN telah melakukan literasi digital kepada masyarakat agar mampu menghalau kampanye hitam. Menurutnya dengan masyarakat yang terdidik ini, kampanye hitam akan berkurang di Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui kegiatan literasi digital, BSSN mendorong masyarakat agar lebih peka dan selektif terhadap berbagai kampanye di media sosial," tutur Anton.
Djoko menegaskan keberhasilan penanganan ancaman siber nasional membutuhkan sinergi para pemangku keamanan siber baik dari sektor pemerintah, sektor infrastruktur kritikal nasional, ekonomi digital, akademisi dan praktisi.
Djoko berharap pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan kondusif dan aman. Ia menekankan pihaknya terus melakukan langkah-langkah mitigasi terhadap ancaman siber.
" Mudah mudahan pesta demokrasi ini berjalan aman, nyaman dan sehat dengan hasil yang memuaskan masyarakat. Kemungkinan ada kampanhe hitam ada, tapi kami berupaya agar tidak membahayakan dan tidak mengganggu pesta demokrasi kita," tutur Djoko. (jnp/evn)