Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo RI Ferdinandus Setu mengatakan YouTube melalui program AdSense memang memberikan imbalan terkait jumlah viewer saluran penggunanya. Oleh karena itu, pria yang akrab dipanggil Nando ini menduga netizen menyebarkan video karena alasan ekonomis, tapi ada kemungkinan juga untuk provokasi.
"Kami menduga ada yang berniat provokasi atau untuk kepentingan ekonomis. Artinya mereka mendapatkan clickbait, dari jumlah view. Artinya dia akan dapatkan sejumlah uang karena penonton mencapai jumlah tertentu," ujar Nando di kantor Kominfo, Selasa (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sisir terus url di seluruh medsos. Ternyata tadi pagi ada url lain. Yang ternyata di-posting ulang. Dia sudah simpan, unduh dari media sosial, atau ada dari kiriman Whatsapp," ucapnya.
"Kominfo akan berusaha membahas ini saat pertemuan rutin dengan media platform agar lebih ketat menghitung click bait dan konten mana yang layak diberi imbalan," ujar Nando.
Nando mengatakan YouTube harus lebih keras untuk tidak mengakomodir akun yang bandel menyebarkan konten sensitif.
"Jangan sampai semua video dapat imbalan. Kami minta hanya video kreatif seperti musik atau video yang membuat penonton terhibur. Yang menyebarkan ini jangan diberi AdSense tapi diblokir akun tersebut agar tidak bisa posting," tutur Nando.
Ia mengatakan kedepannya Youtube bisa diblokir Kominfo apabila tidak mampu memenuhi permintaan Kominfo. "Kami juga akan lebih keras. Kami akan lakukan blokir yang menjadi pilihan akhir kalau mereka tidak bisa penuhi keinginan kita, " ujar Nando. (jnp/evn)