Produsen kendaraan mewah asal Bavaria itu, Selasa (25/9), mengatakan dalam keterangan resmi, penggunaan regulasi baru siklus tes WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure) dapat berujung mengganggu secara signifikan suplai di beberapa pasar Eropa.
Pengetatan prosedur uji tipe kendaraan Uni Eropa telah berlaku pada bulan ini. Penggantian prosedur itu disulut kasus Dieselgate yang telah diakui Volkswagen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Agustus lalu, BMW terpaksa harus melakukan recall terhadap 324 ribu mobil diesel di Eropa akibat risiko mesin terbakar. Selain itu BMW juga menarik 8 ribu unit mobil yang dilengkapi perangkat lunak untuk mengurangi emisi saat uji tipe.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMW meramalkan margin keuntungan mereka hanya akan mencapai "setidaknya 7 persen", dibanding target sebelumnya yang diharapkan bisa menyentuh 10 persen.
Harga saham BMW menurun 5,39 persen dan ditutup pada 79 euro atau setara Rp1,3 juta per lembar. Penurunan ini menjadikan saham BMW sebagai pemain terburuk di jajaran saham blue chip bursa efek Frankfurt.
Gara-gara pernyataan BMW, saham Volkswagen dan Daimler juga menurun. (fea)