CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan pihaknya menemukan ada pelanggaran yang janggal sejak Selasa (25/9) dan disebut berhasil menambalnya tepat dua hari setelahnya yakni pada Kamis (27/9).
"Ini merupakan masalah serius. Hanya kami tidak tahu apakah ada akun yang benar-benar disalahgunakan oleh para peretas," ungkap Zuck seperti dirangkum AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hoaks Banyak Tersebar Lewat Facebook |
Zuck memastikan pihaknya telah memperbaiki isu kerentana tersebut. Facebook disebut juga telah melaporkan permasalahan ini kepada pihak berwajib.
Untuk 50 juta akun yang diretas, Facebook telah meresetnya sehingga pengguna akan diminta untuk memasukkan kembali kata sandi saat hendak mengaksesnya.
Akibat masalah ini, Facebook diminta bersiap untuk menghadapi masalah hukum lantaran dianggap tak mampu melindungi privasi dan keamanan data penggunanya.
"Ini merupakan indikator serius bagi Kongres untuk mengambil tindakan demi melindungi privasi dan keamanan data pengguna media sosial," ucap senotar dari Partai Demokrat Mark Warner.
Dalam unggahan di akun pribadinya, Zuck mengakui jika pihaknya akan menghadapi tuntutan hukum terkait hal ini. "Kami menghadapi serangan dari orang-orang yang ingin mengambil alih akun hingga mencuri informasi para pengguna di seluruh dunia," tulis Zuck.
Kabar pembobolan ini menyusul isu keamanan data besar-besaran yang sebelumnya melibatkan Facebook dan Cambridge Analytica. Akibat kasus tersebut, Facebook menghadapi tuntutan dari sejumlah negara terkait isu keamanan dan privasi data pengguna. (evn)