Bisa Picu Kebakaran, Hati-hati Modifikasi Mobil

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 18:56 WIB
Bisa Picu Kebakaran, Hati-hati Modifikasi Mobil Ilustrasi mobil terbakar. (Foto: Rinaldy Sofwan Fakhrana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Xpander terbakar di Riau menimbulkan banyak pertanyaan dari sebagian besar penggemar otomotif. Untuk sementara ini, pihak Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menduga munculnya api disebabkan pemasangan aksesori pada kendaraan.

Pemasangan aksesori mobil yang berhubungan dengan kelistrikan seperti mengubah audio, hingga mengganti lampu standar kerap dilakukan pemilik mobil demi memaksimalkan penampilan tunggangan. Langkah tersebut tak salah, namun harus dikerjakan oleh mekanik yang tepat untuk menghindari terjadinya korsleting berujung kebakaran.

Head Dealer Technical Support PT Toyota-Astra Motor (TAM) Didi Ahadi memberi contoh, misalkan konsumen mengganti lampu standar dengan watt yang lebih tinggi. Pergantian komponen yang tidak mengukuti standar keluar pabrik ini potensi menimbulkan kerusakan pada komponen lain, seperti kabel dan rumah lampu.


"Pemasangan (aksesori) di luar spesifikasi memang berisiko kebakaran. Seperti lampu yang dianjurkan 55 watt, tapi malah diganti di atasnya. Itu bisa panas dan meleleh," kata Didi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).

Menurut Didi ragam 'rumah modifikasi' yang menjual produk aftermarket, namun juga banyak yang tidak memperhatikan standar dalam pemasangan listrik, efeknya merugikan pemilik mobil.

"Pemasangan aksesori yang menjumper (menyambungkan) kabelnya dengan mengupas kabel standar lalu disambung, itu bisa menyebabkan kabel panas karena beban kelistrikannya bertambah dan apabila sambungannya asal dapat menyebabkan korsleting," ujarnya.

[Gambas:Instagram]

Oleh karenanya, ia menganjurkan setiap pemilik mobil harus teliti dalam memilih produk aksesori yang menyangkut kelistrikan kendaraan agar tidak menyebabkan kebakaran.

"Dapat disimpulkan (pemasangan aksesori) juga harus disesuaikan dengan kapasitas yang ada di kendaraan dan pemasangannya juga. Harus disiapkan juga sarana pendukung misalnya kabel yang ketahananya lebih besar, sekring, dan mungkin aki (baterai)," jelas Didi.

Bicara soal modifikasi yang disebutkan menjadi pemicu terjadinya kebakaran mobil, pemilik toko tata suara Din Audio, Rudin Kartawijaya punya pemikiran tersendiri terkait hal tersebut.

Dijelaskan Rudin, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat meningkatkan spesifikasi audio mobil, paling utama adalah instalasi listrik.

Rudin menegaskan, instalasi listrik yang bermasalah, selain menurunkan kualitas suara, juga berakibat hubungan pendek atau korsleting.

Ia menambahkan, penempatan komponen penunjang tata suara atau biasa ia sebut treatment juga perlu diperhatikan. Baterai, power, subwoofer, kabel dan lainnya harus ditempatkan pada posisi yang tepat. Teknik tersebut umum dipakai oleh dealer-dealer resmi kendaraan.

"Soalnya ada yang berlebihan kabel, sampai digulung-gulung. Itu sama aja membuang arus yang tidak dipakai, sia-sia," tutup Rudin. (ryh/mik)


BACA JUGA