Evolusi Sel dan Enzim Sabet Nobel Kimia 2018

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 23:20 WIB
Evolusi Sel dan Enzim Sabet Nobel Kimia 2018 Medali Nobel. (Foto: ProtoplasmaKid/Wikimedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga ilmuwan yang memenangkan Nobel Kimia 2018 memanfaatkan kekuatan evolusi untuk membuat sebuah terobosan. Penemuan ini diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak obat.

Ketiga ilmuwan tersebut adalah Frances Arnold, George Smith dan Gregory Winter. Arnold yang berasal dari Amerika Serikat mendapatkan penghargaan Nobel karena menggunakan prinsip-prinsip evolusi untuk mengembangkan enzim baru, yang merupakan alat kimia dasar kehidupan.

Pada mulanya dia mencoba memaksakan perubahan tersebut dengan menggunakan metode yang lebih tradisional. Namun, terobosannya datang ketika dia membiarkan kekuatan evolusioner untuk mengatur perkembangan enzim.
Penemuan ini menjadi langkah pertama menuju revolusi enzym. Perubahan kecil, tetapi mendasar yang mengarahkan ke zat kimia ramah lingkungan, obat-obatan baru hingga bahan bakar terbarukan.


Sedangkan Smith dan Winter berfokus pada virus kecil yang menginfeksi bakteri yang disebut bacteriophages. Menggunakan elemen ini, George Smith menemukan metode memperkenalkan antibodi yang berfungsi seperti 'rudal'.

Winter kemudian menerapkan evolusi terarah untuk mengembangkan farmasi pertama di dunia yang seluruhnya berdasarkan pada antibodi manusia.

Jika evolusi ini berhasil maka bisa menghadirkan berbagai obat yang berbeda seperti untuk sel-sel tumor tertentu, radang sendi, racun yang menyebabkan anthrax, membantu memperlambat lupus dan bahkan dalam beberapa kasus menyembuhkan kanker metastatik.

Banyak antibodi seperti saat ini sedang menjalani uji klinis, termasuk beberapa untuk memerangi penyakit Alzheimer.

Alan Boyd, presiden Fakultas Kedokteran Farmasi Inggris, memuji penghargaan itu.

"Penggunaan antibodi telah menghasilkan perubahan paradigma dalam cara yang sekarang kita memperlakukan begitu banyak penyakit yang telah membawa manfaat yang signifikan bagi pasien di seluruh dunia dan akan terus melakukannya untuk tahun-tahun mendatang," katanya. (age/age)


ARTIKEL TERKAIT