FOTO: Microchip, Kepemilikan Hewan yang Bertanggung Jawab

CNN Indonesia/Safir Makki, CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 00:35 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyiapkan 500 microchip yang berfungsi merekam identitas anjing.

Para penyayang anjing dari berbagai wilayah Jakarta mendatangi tempat pemasangan microchip bagi anjing yang diselenggarakan oleh kelompok pelindung hewan nasional dan internasional di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/8). (CNNIndonesia/Safir Makki)
Penyayang anjing menunggu giliran pemasangan microchip untuk anjing dan kepemilikan hewan yang bertanggung jawab. pemasangan microchip bertujuan mendata dan memberikan identitas hewan serta memudahkan pengecekan status kesehatan hewan.(CNNIndonesia/Safir Makki)
Penanaman microchip pada hewan peliharaan khususnya anjing diharapkan mendorong para pemilik hewan untuk menjadi lebih berkomitmen dan lebih bertanggungjawab terhadap anjing peliharannya. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pada tahun 2019, para pemilik dan breeder anjing di DKI Jakarta diwajibkan memasang microchip pada anjing. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Demi mempertahan status DKI Jakarta sebagai wilayah bebas rabies hewan peliharaan dipasangi microchip. Pendataan dan penanaman microchip dengan metode suntik dilakukan secara gratis. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pemasangan microchip sekaligus vaksinasi dilakukan sebagai pendataan identitas hewan dan status kesehatan. Chip berukuran seperti biji beras tersebut disuntikkan ke leher belakang, tepatnya di bawah kulit. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Microchip seukuran biji beras ditanamkan lewat suntik di bawah kulit leher yang nantinya dapat dilacak dengan alat pembaca dan dapat diidentifikasi. Di dalam microchip tersebut, selain berisi identitas anjing juga berisi rekam jejak medis seperti waktu operasi dan vaksinasi. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Data anjing akan masuk dalam pangkalan data Dinas KPKP DKI Jakarta. Tidak sampai 5 menit pemilik sudah mendapatkan kartu identitas dan kartu keterangan kesehatan, tergantung ketenangan hewan. Kemudian hewan diperbolehkan bisa pulang.(CNNIndonesia/Safir Makki)