Peneliti sains antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto mengungkapkan tidak ada yang tiba-tiba memanas.
"Perpindahan arah sinar matahari berkaitan dengan pergantian musim. Empat musim di daerah subtropis atau musim hujan-kemarau di Indonesia berkaitan dengan perpindahan arah sinar matahari ke muka bumi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena siang hari tanpa bayangan akan terjadi di Jakarta dan Serang pada Selasa (9/10). Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mencatat fenomena yang terjadi setidaknya dua kali dalam setahun di Indonesia yakni di bulan Maret-April dan September-Oktober.
Lihat juga:Jadwal Hari Tanpa Bayangan di Indonesia |
Menurut Rhorom, fenomena ini akan terjadi dalam waktu singkat dan berakhir tepat saat waktu dzuhur.
"Hari tanpa bayangan hanya berlangsung sekitar 10 menit, lebih dari rentang waktu itu bayangan akan semakin kentara. Saat puncak hari tanpa bayagan akan terdengan azan karena selalu bertepatan dengan waktu dzuhur," tambahnya. (age)