Dilansir dari Reuters, Google gagal memperketat kebijakan pembagian data setelah mengumumkan data profil pribadi dari setidaknya 500.000 pengguna bocor ke pihak pengembang eksternal.
Masalah ini ditemukan pada Maret lalu sebagai bagian dari tinjauan tentang bagaimana Google berbagi data dengan aplikasi lain. Google mengatakan dalam posting blog resminya tidak ada pengembang yang mengeksploitasi kerentanan atau data yang disalahgunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengguna memiliki hak untuk diberitahu jika informasi mereka dapat dikompromikan," kata Jacob Lehmann, Managing Director di Perusahaan Hukum Friedman CyZen.
"Ini adalah hasil langsung dari pengawasan yang ditangani Facebook terkait dengan skandal Cambridge Analytica." (reuters/age)