Dilansir dari Slash Gear, Google Photos merupakan layanan berbagi dan penyimpanan foto yang merupakan produk lepasan dari Google+. Awalnya Google mengintegrasikan penyimpanan dan pembagian foto ke dalam fitur Google+.
Akan tetapi di tengah-tengah perjuangan Google+ untuk mendapatkan interaksi sosial dari pengguna,Google menyadari Google Photos memiliki daya tarik untuk berdiri sendiri sebagai produk terpisah (standalone). Kebijakan ini dinilai merupakan keputusan brilian dari Google.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google Photos memungkinkan pengguna untuk mencari foto berdasarkan apa yang ditampilkan di foto, tidak hanya menelusuri dengan menggunakan lokasi, waktu dan tanggal.
Setelah Hangout, fitur pembagian foto Google+ disadari Google layak berdiri sendiri sebagai produk standalone. Lahirlah Google Photos sebagai pengganti Google+ Photos. Google+ Photos dimatikan pada Agustus 2015.
Google mengumumkan Google Photos memanfaatkan kecerdasan buatan dan machine learning dari Google+. Pemanfaatan ini membuat pengguna bisa mencari foto seseorang, tempat dan lain lain. Terdapat juga pembaruan pada fitur 'auto awesome' Google+. Pada akhir tahun 2015, Google Photos memiliki 100 juta pengguna aktif bulanan. (jnp/age)