Berdasarkan keterangan resmi yang dikirimkan HPM ke media pada Juli 2018, jumlah komponen inflator airbag yang harus diganti sebanyak 591.355 unit. Bila ditambah pengumuman recall baru berarti total jumlahnya 608.641 unit.
Sampai Juli 2018, HPM mencatat sudah memperbaiki inflator airbag pada 294.972 unit milik konsumen. Tingkat keberhasilan diklaim sudah sekitar 50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Honda Tarik Freed dan Jazz di Indonesia |
Menurut Jonfis, biaya perbaikan komponen inflator airbag ditanggung oleh HPM dan prinsipal di Jepang. Diakui, Honda merugi karena recall namun tidak disebut seberapa besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonfis mengatakan perusahaan tidak peduli soal citra buruk yang didapat karena sering mengumumkan recall, yang terpenting mobil konsumen diperbaiki.
"Kami tidak peduli masalah itu (citra buruk), Takata itu bukan masalah satu mobil. Tapi ketika mau recall, apapun bahasanya, kami akan lakukan karena itu tugas kami," ucap Jonfis. (ryh/mik)