Perbaikan yang dilakukan menjawab temuan ZDNet dan The Register yang menemukan adanya kerentanan pada aplikasi WhatsApp. Celah keamanan yang dimaksud ditemui pada pengguna perangkat Android dan Apple pada akhir Agustus lalu.
Facebook memastikan pihaknya telah memperbaiki hal tersebut pada awal Oktober.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Microsoft Setop Sementara Update Windows 10 |
Meski demikian, seorang karyawan WhatsApp yang terlibat dalam perbaikan celah keamanan ini mengatakan tidak ada bukti yang berpotensi membuat peretas bisa mengeksploitasi cacat tersebut.
Setelah ditempa skandal kebocoran data, belakangan Facebook tengah berupa menambal aspek keamanan dan privasi pengguna. Selain laporan celah keamanan pada aplikasi WhatsApp, baru-baru ini Facebook kembali ditempa kebocoran 50 juta data pengguna.
Berbeda dengan kasus sebelumnya, kali ini kebocoran data justru ditengarai berasal dari salah satu fitur Facebook bernama 'view as'. Untuk mengantisipasi, Facebook memastikan fitur akan dinonaktifkan dan menyebut tak ada data atau informasi penggunya yang berpindah tangan. (evn)