Pengubahan yang dilakukan cukup signifikan pada jantung penggerak Wagon R. Oleh Suzuki, penggerak konvensional dilucuti dan diganti dengan motor listrik dan baterai.
Sementara itu, di Indonesia mobil berdaya lima penumpang ini masuk kategori mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Mobil-mobil bertenaga listrik itu kini tengah menjalani proses uji setelah sebelumnya dikenalkan di New Delhi pada 7 September 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mulai Oktober, Banderol LCGC Naik Jutaan |
Wagon R listrik dibekali baterai dengan baterai 10-25 kWh. Sedangkan untuk platform-nya, Wagon R listrik dipastikan akan menggunakan Heartect atau yang sekarang sudah dipakai oleh Ignis dan Suzuki Swift generasi keenam pada saat masuk tahap produksi massal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potensi ke Indonesia
Head of PR and Digital Suzuki Indomobil Sales (SIS) Rudiansyah mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan Wagon R listrik akan masuk Indonesia. Pihak Suzuki Indonesia kini tengah mempelajari untuk kemungkinan membawa masuk mobil ramah lingkungan itu ke tanah air.
Keinginan tersebut, ia akui atas dasar niatan pemerintah yang sekarang tengah mempopulerkan kendaraan listrik di dalam negeri. Diketahui sebelumnya sudah ada Toyota dan Mitsubishi yang menghibahkan mobil ramah lingkungan ke pemerintah guna mempercepat industri kendaraan listrik dalam negeri.
"Tidak menutup kemungkinan (mobil dibawa untuk dicoba dan dikenalkan ke Indonesia). Tapi saat ini masih kami kaji terus," ucap Rudi. (ryh/mik)