Di sinilah peran fitur otentifikasi dua-faktor (2FA) menjadi krusial sebagai benteng tambahan. Pengguna tidak hanya mengandalkan kata sandi tapi juga ketika masuk ke akun, Facebook akan meminta kode otentikasi yang dikirim lewat pesan singkat atau surel.
2FA bisa diandalkan ketika pengguna ingin mencegah akunnya diakses oleh orang yang tidak diinginkan meskipun orang tersebut memiliki kata sandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ada metode 2FA yang dianggap lebih aman dari hanya sekedar otentifikasi pesan singkat, metode ini menggunakan 'kunci fisik'. Kunci fisik ini dibutuhkan ketika anda masuk ke akun media sosial.
Sebelumnya Vice President Facebook Guy Rosen menjelaskan setidaknya peretas mengakses data pribadi 30 juta akun Facebook.
Ia merinci peretas mengakses nama, nomor telepon, dan alamat email dari 16 juta pengguna Facebook.
Sementara, serangan itu berpotensi berdampak lebih buruk untuk 14 juta pengguna lainnya. Para peretas disebut mengakses data dan informasi tambahan seperti jenis kelamin, jenis kelamin, kampung halaman, tempat dan tanggal lahir, serta tempat-tempat yang mereka pernah datangi lewat fitur "check in". (jnp/evn)