Pasar Otomotif di China Terendah dalam 7 Tahun Terakhir

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 06:01 WIB
Pasar Otomotif di China Terendah dalam 7 Tahun Terakhir Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) melaporkan bahwa penjualan merosot 11,6 persen menjadi 2,39 juta unit bulan lalu. (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penjualan mobil China turun ke titik terendah dalam tujuh tahun terakhir pada September lalu memicu kekhawatiran pasar otomotif terbesar di dunia tersebut untuk pertama kalinya.

Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) melaporkan bahwa penjualan merosot 11,6 persen menjadi 2,39 juta unit bulan lalu. Hal itu menjadi penurunan ketiga berturut-turut pada tahun ini.

CAAM menjelaskan kendala di sektor otomotif China akan menjadi perhatian bagi para pemimpin negara di Beijing. Pasalnya, otomotif adalah penggerak utama ekonomi dan barometer penting di negara berjuluk tirai bambu.


Menurut CAAM, penjualan bulan lalu dipengaruhi oleh ekonomi yang lesu dan efek knock-on dari perang perdagangan.

Dalam catatan CAAM, penurunan penjualan pada September adalah yang terbesar sejak penjualan anjlok sebesar 26,4 persen pada Januari 2012, yang sebagian karena waktu musim Tahun Baru Imlek.

"Industri otomotif telah menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi China selama bertahun-tahun. Sekarang mundur kembali" kata Sekretaris Jenderal Asisten CAAM, Xu Haidong pada sebuah briefing di Beijing dilansir Reuters, Senin (15/10).

Badan industri otomotif China menjelaskan memang sedikit harapan untuk mendongkrak penjualan tahun ini. Analis memperkirakan pasar dapat berkontraksi tahun ini untuk pertama kalinya sejak setidaknya awal 1990-an.

Tren penurunan penjualan otomotif China ini turut menyeret sejumlah manufaktur non China, yaitu General Motors (GM) dan Toyota Motor Co, yang selama ini berharap pada penjualan kendaraan di China.

GM, produsen kendaraan asal Amerika Serikat di China selama beberapa dekade, mengatakan bahwa penjualan September turun tajam 14,9 persen dari tahun sebelumnya. Volkswagen AG mencatat bahwa penjualan China turun 10,5 persen pada bulan lalu.

Sementara itu Ford Motor Co., yang telah berjuang mengatakan pada hari Jumat bahwa penjualan bulan September di China turun hingga 43 persen.

Meski terjadi perlambatan, namun penjualan untuk sembilan bulan pertama tahun ini di China mencapai 20,49 juta kendaraan, atau naik 1,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Kepala konsultan Otomotif Foresight, Yale Zhang mengatakan bahwa jika penjualan benar-benar menyusut tahun ini, itu akan menjadi 'momen yang menentukan' bagi industri otomotif China.

"Ini sangat mengkhawatirkan dan bahkan menyebabkan kepanikan di antara beberapa pembuat mobil dan pemasok," tutup Zhang. (mik)