Awal Oktober lalu, Allen mengungkapkan bahwa ia tengah menjalani perawatan intensif. Sebelumnya ia sempat dinyatakan pulih dari kanker setelah mendapat perawatan radiasi.
Dilaporkan Reuters, di tahun 2009 Allen didiagnosa mengidap kanker jenis lain. Kondisinya dikabarkan semakin memburuk pada 2018. Selain mengidap kanker limfoma, Allen diketahui juga mengidap jenis kanker lainnya pada awal 1980-an sebelum resmi hengkang dari Microsoft.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama halnya dengan Gates yang tak merampung studi, Allen juga dikeluarkan dari Washington State University pada tahun 1974. Selepas drop out, ia kemudian bekerja dengan Honeywell di Boston.
"Pada masa itu (awal mengembangkan Microsoft) kami hanya bermain-main, atau begitulah yang kami kira," kenang Gates mengenai sosok Allen yang dituangkan dalam bukunya "The Road Ahead".
Meski tak lagi bergelut di ranah teknologi, pecinta musik ini dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dermawan. Ia diketahui merogoh lebih dari US$1 miliar untuk sebagian besar proyek filantropi di South Lake Union Seattle, AS. Di area yang sama, ia juga membangun Allen Institute untuk pengembangan ilmu otak.
Allen dikenal sebagai pebisnis, investor, dan seorang filantropi. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$20,3 miliar sehingga menjadikannya sebagai orang paling kaya ke-46 di dunia.
Paul Gardner Allen lahir pada 21 Januari 1953 di Seattle dari pasangan ayah seorang pustakawan dan ibu seorang guru. (evn)