Menteri Infrastruktur, Energi dan Sumber Daya Air Israel, Yuval Steinitz mengatakan bahwa aturan tersebut mewajibkan sejumlah produsen mobil beralih dari pemasok mobil mesin konvensional ke tenaga listrik.
"Mulai 2030, kami tidak akan mengizinkan impor kendaraan bermesin bensin ataupun diesel ke Israel. Kami memaksa perusahaan untuk membawa mobil listrik ke Israel, dan perusahaan penyedia minyak dan bensin untuk berganti ke stasiun pengisian listrik," jelas Steinitz seperti dilansir Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Israel mengumumkan pada Agustus lalu telah menginvestasikan dana sebesar 25 juta Shekel atau sekitar Rp104 miliar untuk mendirikan jaringan pengisian kendaraan listrik yang bakal disebar di penjuru negeri.
Steinitz menyakini jika era mobil listrik akan dimulai pada 2025 mendatang, dan diprediksi mobil listrik di Israel akan menembus 1,5 juta pada tahun 2030.
Lihat juga:Adu Mobil Mewah Khabib vs McGregor |
Negara lain seperti Jerman, Denmark, Irlandia, Belanda, dan India berencana untuk menerapkan regulasi tersebut pada 2030. Sedangkan Austria dan Kosta Rika mencanangkan target lebih ambisius, yakni 2020 dan 2021. (gfs/mik)