Ketimbang generasi pertama yang pertama diperkenalkan pada 2013, Brio terbaru tampak lebih besar. Perubahan itu paling mendasar didapat dari penambahan jarak antar sumbu roda sepanjang 60mm.
Perubahan jarak sumbu roda mempengaruhi dimensi. Brio kini punya panjang 3.815mm, lebar 1.680mm, dan tinggi 1.485 mm.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampakan bagasi Brio generasi kedua. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Brio penjualan tidak hanya di kota besar, bukan kaya HR-V yang bisa 50 persen berasal dari Jakarta penjualannya. Nah Brio ini sekitar 35 persen pembeli dari Jakarta dan sisanya di luar daerah. Dan untuk luar daerah lima tahun belakangan ini ya mereka cocok saja," ucapnya.
Orang Indonesia Tidak Suka yang Kecil
Menurut Jonfis konsumen Brio membutuhkan posisi baris kedua lebih lapang agar penumpang dapat duduk lebih nyaman. Selain itu sebagian juga ada yang meminta volume bagasi menjadi lebih luas.
"Nah makanya di RnD (research and development) dibicarakan, jadi pas survei itu yang keluar. Biar ini mobil kecil, orang Indonesia tidak suka yang kecil-kecil," ucap Jonfis.
Sejak pertama diluncurkan sampai sekarang sudah 216.786 unit Brio terjual di Indonesia. Honda menyebut pengembangan Brio kali ini terfokus untuk meningkatkan semua aspek yang ada pada generasi sebelumnya.
Walau hampir keseluruhan mobil ini telah berubah, untuk urusan dapur pacu masih sama, yaitu mesin bensin 1.200 cc i-VTEC empat silinder dengan daya 88,7 tenaga kuda pada rpm 6.000 dan torsi 110 Nm pada rpm 4.800.
Honda menyediakan pilihan transmisi manual lima percepatan dan CVT untuk dua varian Brio, yakni Low Cost Green Car (LCGC) Satya dan city car RS. (ryh/fea)
Penampakan bagasi Brio generasi kedua. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)