Selain membawa dampak positif, kemajuan digital juga memberikan efek negatif. Netizen semakin mudah menyebarkan berita hoaks dan fitnah.
"Ada sisi lain , di Era digital ini memudahkan semua. Tapi fitnah orang dan menyebar hoaks itu juga mudah , ini jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai agama," kata Imam di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Senin (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus ada panduan, penggunaan digital ini harus sesuai dengan nilai yang dipahami tidak hanya agama, tapi kebudayaan, tradisi kita itu semua baik. Semangat Kementerian Agama juga merawat keberagaman," ujar Imam.
Imam meminta netizen bisa melawan berita hoaks dengan melakukan tabayyun dan tak menelan mentah-mentah informasi yang diperoleh.
Lihat juga:Mengenal Gurita Bisnis Facebook |
Oleh karena itu, Facebook dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) mengajak Kemenag untuk bekerja sama dalam program Think Before You Share. Pasalnya Sekretaris Jenderal YCAB, Muhammad Farhan mengatakan hal-hal yang ada di media sosial sering dibungkus dengan topik agama
"Kami sangat khawatir orang-orang membungkus segala hal dengan agama. Waktu itu ada yang bilang likuefaksi terjadi karena di situ tempat judi. ketika ditanya dia cuma bilang dapat dari orang. Begitu kita baca kita cek, ada dalil aqli dan naqli, kalau ada bisa dicek di situ benar tidak itu tempat judi," tutur Farhan di kesempatan yang sama. (jnp/evn)