Tran didakwa setelah penyelidikan yang oleh FBI. Ia menghadapi lima pasal penipuan dengan ancaman 20 tahun kurungan penjara.
Berdasarkan surat tuduhan, Tran memulai skema penggelapan pada Januari 2017 ketika ia mengambil satu blok tiket Super Bowl untuk karyawan Microsoft. Saat itu Tran bertugas sebagai pengawas hubungan Microsoft dan National Football League (NFL).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa bulan kemudian, Tran merencanakan skema penipuan yang lebih besar lagi. Tran meyakinkan perusahaan konsultan untuk mengirimkan uang US$775 ribu atau sekitar Rp11,7 miliar dengan ancaman akan mengakhiri hubungan antara Microsoft dengan perusahaan konsultan. Aliran uang tersebut masuk ke rekening pribadi Tran.
Lihat juga:Google Kekeh Kembali Jajaki China |
"Setelah kami mengetahui perilaku Tran, kami langsung melakukan investigasi dan memutuskan hubungan kerja, dan kami merujuk kasus ini ke penegak hukum," kata juru bicara Microsoft kepada The Verge.
Sebelum pemecatannya, Tran membantu mengelola kemitraan selama bertahun-tahun yang membuat perangkat Microsoft Surface menjadi "tablet resmi" NFL.
Perjanjian tersebut dilaporkan menelan biaya Microsoft US$400 juta, dan kerja sama ini dianggap gagal. Para atlet NFL bahkan mengira Surface adalah iPad. (jnp/mik)