Jeff Bezos dan Elon musk misalnya, berpendapat bahwa manusia perlu rencana dan planet cadangan yang bisa menyelamatkan dari kepunahan.
Musk mendirikan SpaceX lantaran frustrasi dengan NASA yang dianggap tak cepat membawa manusia ke Mars. Senada, Bezos pun khawatir Bumi tidak jadi tempat layak huni dan ketika menyadari bahwa manusia butuh infrastruktur untuk ke planet lain justru terlambat. Bezos pun mendirikan Blue Origin yang diharapkan memulai penerbangan komersial pada tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli sepakat Bumi memang tengah bermasalah, namun mars dinilai memiliki lingkngan yang tidak ramah bagi manusia.
Saat ada perang nuklir misalnya, suhu Bumi bisa menurun menjadi minus 6-8 derajat Celcius. Menurunnya suhu Bumi bisa menjadi bencana seumur hidup bagi penghuni di dalamnya.
Menakar potensi koloni di Mars
Program Officer Open Philantropy Project Nick Beckstead berpendapat apabila memang ada kemungkinan peradaban manusia bisa berkembang di planet lain tentu bisa menjadi kabar baik.
Koloni Mars yang independen dan berdikari tanpa bantuan pasokan dari Bumi bisa menjadi solusi. Akan tetapi, Beckstead mulai pesimis ketika ditanya prospek untuk bisa menciptakan peradaban manusia di planet lain.
Kendati demikian, senada dengan Musk, Beckstead meyakini koloni Mars bisa dicapai dengan bantuan teknologi. Musk sendiri sempat mengakui waktu bukanlah acuan untuk mewujudkan misi membuat koloni di Mars.
Bahkan ketika teknologinya ada, cenderung memakan waktu yang lebih lama. Musk mengakui tidak berharap koloni Mars bisa hidup mandiri dalam waktu dekat. (evn)