Menurut catatan AFP saat ini harga per unit Bitcoin mencapai US$6.400 dari awalnya hampir berada di angka nol. Bitcoin menjadi versi murni peer to peer uang elektronik yang menghilangkan perantara atau orang ketiga.
Tak hanya itu, mata uang kripto ini juga memungkinkan terjadinya pembayaran online langsung antara satu pihak dengan pihal lain tanpa melalui lembaga keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tiga Teknologi Dalam Dunia Pekerja Manusia |
Pada 2013, harga Bitcoin menembus US$1 ribu. Dengan menembus harga tersebut, institusi finansial mulai memerhatikan Bitcoin. Kepala Federal Reserve Amerika Serikat Ben Bernanke memuji potensi dari bitcoin.
Lihat juga:Sihir Tambang Bitcoin |
Saat berusia enam tahun pada 2014, mata uang kripto menghadapi krisis terbesar dalam sejarah. 80 persen Bitcoin yang diperdagangkan Mt. Gox mengalami peretasan.
Perusahaan yang berbasis di Jepang ini mengaku kehilangan total 850 ribu bitcoin dengan valuasi hampir US$500 juta atau sekitar Rp7,6 triliun. Mt. Gox bahkan harus menyatakan pailit akibat kasus peretasan ini.
Bitcoin diprediksi akan terjatuh dan mati, kendati mampu bangkit. Butuh waktu tiga tahun agar Bitcoin bisa pulih sepenuhnya pada tahun 2017.
Kebangkitan ini menjadi titik balik bagi Bitcoin karena mata uang kripto kemudian mengangkasa ke angka US$19.500 per unit pada akhir tahun 2017.
Lihat juga:Beli Mobil Mewah Bisa Pakai Bitcoin |
Analisis mata uang kripto Bob Mcdowall mengatakan mata uang digital berkembang secara substansial berkat Bitocin. Mcdowall merujuk pada terciptanya 200 mata uang kripto selain Bitcoin.
"Ini menjadi lebih dari sekedar inovasi dan ekonomi. Ini hampir menjadi agama bagi sebagian orang," ujar Mcdowall.
Tercatat, sekarang ini ada lima hingga sepuluh transkasi Bitcoin setiap detiknya. Ke depannya, regulator Amerika sedang menggodok aplikasi untuk dana yang diperdagangkan di bursa berbasis Bitcoin. (jnp/evn)