Selain itu, Facebook juga mengungkapkan sistem yang dimiliki perusahaan berhasil mendapati oknum-oknum yang ditengarai menjurus pada aksi eksploitasi anak. Salah satu cara yang ditempuh yakni dengan berteman dengan anak-anak di bawah umur.
Kepala keamanan Facebook Antigobe Davis mengatakan pihaknya menggunakan machine learning untuk memprioritaskan konten yang dianggap bermasalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kemungkinan berbuat salah tapi lebih bertujuan untuk berhati-hati dengan foto yang memuat anak-anak di dalamnya," ungkap Davis seperti dilaporkan Reuters.
Facebook mengatakan sejauh ini pihaknya juga tengah berupaya menerapkan filtering yang sama untuk Instagram.
Rentetan kasus skandal kebocoran hingga pencurian data mendorong Facebook bergerak lebih cepat mengatasi permasalahan yang dihadapi pengguna. Sebelumnya, Facebook dihadapkan pada krisis pencurian 87 juta data pengguna yang melibatkan Cambridge Analytica. Kasus serupa baru-baru ini juga terjadi dengan memanfaatkan token digital untuk mengakses informasi personal penggunanya. (evn)