Sejumlah informasi yang diakses antara lain 860 ribu nomor paspor dan 403 nomor kartu kredit. Informasi mengenai nama, kebangsaan, tanggal lahir, nomor telepon, surel, dan alamat tempat tinggal diketahui juga dibobol peretas.
Namun, Cathay memastikan informasi mengenai kata sandi masih berhasil diamankan. Perusahaan juga telah mengontak penumpang yang menjadi korban peretasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Cathay memastikan sistem penerbangan dan layanan bagi penumpang tidak terpengaruh kasus tersebut. Pihak perusahaan menegaskan sistem TI yang diretas sepenuhnya terpisah dari peralatan operasional yang digunakan sehari-hari.
Kasus ini sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi pada Cathay. Pada Maret 2018 lalu Cathay juga tersandung kasus serupa dan melakukan investigasi hingga awal Mei untuk memastikan tidak ada data sensitif yang diakses peretas. (evn)