Awal Oktober, mobil Esemka kembali menjadi sorotan publik setelah Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan mendukung pembangunan industri mobil nasional.
Lihat juga:Ma'ruf Dukung Esemka Jadi Mobil Nasional |
Pada 2014, Jokowi mempromosikan mobil Esemka yang sudah dikelola oleh pihak swasta. Sebelumnya mobil itu juga dipakai oleh walikota Solo itu sebagai kendaraan dinas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Urusan saya, urusan apa dengan produksi Esemka? Enggak ada urusan pemerintah. Itu dikerjakan penuh oleh industri, dikerjakan penuh oleh swasta," kata Jokowi di ICE BSD, pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik mobil Esemka yang ada di Desa Demangan berjarak sekitar lima kilometer dari Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo, Boyolali, Jawa Tengah. Sebelumnya, CNNIndonesia.com pernah berkunjung ke sana pada Februari lalu.
Hasil pengamatan di lokasi pabrik, terlihat sudah ada banyak perubahan pada tampilan bangunannya. Dalam kunjungan sebelumnya, kondisi pabrik terlihat masih dalam tahap pembangunan dan belum terdapat papan nama yang dipasang.
Bagian belakang pabrik yang dulu berupa rangka-rangka besi kini sudah jadi bangunan besar seperti gedung perakitan. Terlihat juga ada semacam jalan naik-turun yang mungkin difungsikan sebagai tempat uji coba mobil.
Pabrik Esemka di Boyolali. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho) |
Lihat juga:Jokowi: Apa Urusan Saya dengan Esemka? |
Tidak hanya itu, pagar di depan pabrik pun kini ditutup rapat dengan seng jadi tidak bisa terlihat dari dekat kondisi di dalam pabrik. Meski begitu, dari kejauhan bisa terlihat ada mobil berjenis pikap berwarna putih yang berjajar di halaman depan pabrik dan di dalam gedung bercat merah. Namun, tidak bisa dipastikan jelas berapa jumlahnya.
Kesan tertutup semakin jelas terlihat ketika CNNIndonesia.com sedang mengambil gambar dari depan pabrik. Seorang petugas keamanan mencoba menghentikan serta meminta foto yang telah diambil untuk segera dihapus.
"Nanti jika memang sudah diresmikan, pasti pihak manajemen akan mengundang awak media," kata petugas keamanan itu.
Deretan pikap yang diparkir di pabrik Esemka di Boyolali. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho) |
Lihat juga:Jokowi Jelaskan Hubungannya dengan Esemka |
"Lebih sepertinya kalau 50 mobil ya. Di depan itu penuh, sampai yang di samping-samping juga ada," ucapnya.
Menurut warga itu, aktivitas mulai terlihat sekitar tiga bulan terakhir. Setelah mobil-mobil pikap diuji coba di jalan khusus yang ada di belakang kemudian diparkirkan di halaman pabrik.
Kepala Desa Demangan, Wijiyanto, mengatakan kegiatan produksi di pabrik Esemka sudah berjalan sejak enam bulan terakhir. Meski mengaku belum pernah melihat langsung aktivitas proses perakitan mobil dari dalam pabrik, namun pihaknya tetap memantau aktivitas yang ada di pabrik. Wijiyanto juga tidak mengetahui kapan mobil Esemka akan secara resmi diluncurkan.
"Dari proses pendatangan bahan, terus kemudian mesin, terus merakit, assembling buat perakitan, terus sudah terparkir atau sudah jadi. Ya saya tahunya karena saya pantau," kata Wijiyanto, Kepala Desa Demangan, kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/10).
Deretan pikap yang diparkir di pabrik Esemka di Boyolali. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho) |
Sampai saat ini diketahui delapan tipe mobil Esemka telah melewati serangkaian uji tipe sejak 2012. Delapan tipe itu terdiri dari lima model. Tiga model di antaranya adalah mobil komersial yaitu Bima, Digdaya dan Borneo, serta mobil penumpang yakni Niaga dan Garuda 1.
Delapan tipe mobil Esemka sudah lulus uji tipe, namun masih menggunakan standar emisi Euro 2. Pada 7 Oktober 2018 pemerintah memberlakukan Euro 4 dan belum ada satupun tipe mobil Esemka yang dinyatakan lulus uji tipe berdasarkan standar baru ini. (dea/fea)
Pabrik Esemka di Boyolali. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Deretan pikap yang diparkir di pabrik Esemka di Boyolali. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Deretan pikap yang diparkir di pabrik Esemka di Boyolali. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)