Hal ini diungkap oleh sumber anonim The Information, Gojek telah bernegosiasi untuk mendapat pendanaan baru selama berbulan-bulan. Saat ini Gojek tengah berada di tahap akhir dari negosiasi tersebut. Berdasarkan data Crunchbase, putaran pendanaan anyar ini adalah seri corporate round Gojek.
"Jika ada lebih banyak investor yang berpartisipasi," maka valuasi perusahaan akan melejit jadi ratusan triliun senilai US$9 miliar (Rp135,6 triliun) atau lebih, jelas sumber anonim tersebut, seperti dilaporkan e27.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendanaan seri E pada putaran sebelumnya, terutama didapat dari para investor dari pendanaan seri sebelumnya yaitu Google, Tencent, dan JD. Meski demikian, ada juga investor-investor anyar yang ikut mengucurkan pendanaannya untuk Gojek seperti grup Djarum misalnya.
Belakangan Gojek juga terus melakukan ekspansi bisnis dengan agresif meluaskan layanannya di Asia Tenggara, salah satunya di Vietnam dengan Go-Viet dan Thailand dengan GET.
Jika Gojek berhasil mendapat investor dengan guyuran dana sesuai yang ditargetkan, maka nilai valuasi Gojek akan makin mendekati Grab yang saat ini perusahaannya ditakar senilai US$11 miliar.
Gojek dan Grab tengah dalam kompetisi untuk menjadi SuperApp bagi konsumen mereka di Asia Tenggara. Bukan cuma Grab dan Gojek yang berambisi jadi SuperApp, Bukalapak dan Tokopedia juga tengah mengincar predikat yang sama di pasar Indonesia.
SuperApp adalah aplikasi dimana pengguna bisa menemukan semua yang mereka butuhkan dalam kehidupan sehari-hari dalam satu aplikasi saja. (eks/eks)