Piscini juga mengakui bahwa barang-barang dari merek terkenal yang sering menjadi sasaran pemalsuan atau istilahnya KW. Oleh karena itu Lazada pun menggelontorkan LazMall untuk memastikan produk yang dibeli pelanggannya adalah produk asli, baik sepatu, tas, atau ponsel.
"Dari perspektif kami, kami juga ingin meyakinkan konsumen dengan adanya channel terkait 100 persen menjaga keaslian barang. Dan kami akan buat channel itu lebih banyak. LazMall kami garansi itu semua barang asli," kata Piscini saat ditemui saat konferensi pers di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk layanan jual beli online reguler, Lazada menyebut pihaknya hanya bisa menjadi penengah antara pembeli dan penjual jika ditemukan barang palsu. Penindakan yang mungkin dilakukan adalah dengan melakukan pemblokiran akun penjual.
"Kami selalu coba untuk membersihkan platform dari barang palsu secara otomatis maupun manual, makanya review dari konsumen juga penting," kata Piscini.
Piscini mengatakan pihaknya juga melakukan langkah pro-aktif untuk menekan peredaran barang palsu di platform. Salah satunya adalah dengan melakukan peninjauan tentang kebijakan Lazada.
"Kami terus meninjau policy kami dan mendorong policy untuk menekan peredaran barang palsu," ujar Piscini.
"Kami ada tool untuk menentukan mana yang palsu dan mana yang bukan. Tapi tentu saja masih saja bisa ada yang lolos karena ini kan semua orang bisa jualan," kata Piscini tanpa menjelaskan lebih rinci.
Lazada berkomitmen menjaga peredaran barang palsu di platformnya , apalagi sebentar lagi Lazada akan menggelar pesta diskon 11.11. (jnp/eks)