Akibat peretasan ini, orang lain bisa dengan bebas membaca berbagai pesan pribadi pengguna. Mulai dari pesan pribadi tentang keluhan soal menantu, pembicaraan dengan sesama teman tentang liburan mereka, soal konser Depeche Mode, hingga pembicaraan intim pasangan.
Penjualan ini bahkan dilakukan tidak lagi diam-diam di pasar gelap dark web, tapi dijual terang-terangan di internet dan berbagai forum. Mereka bahkan memasang iklan untuk menarik pembeli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Facebook Kehilangan Jutaan Akun di Eropa |
Facebook menambahkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah agar aksi pencurian data penggunanya ini tidak menyebar lebih luas lagi.
Peretas menjual data pesan pribadi para pengguna ini seharga 10 sen per akun (sekitar Rp1.500). Iklan penjualan akun tersebut saat ini telah diturunkan.
"Kami juga telah mengontak penegak hukum dan bekerjasama dengan otoritas setempat untuk menghapus website yang menampilkan informasi dari akun Facebook (yang telah diretas)," tambahnya.
Peretasan ini diketahui terjadi September lalu ketika seorang netizen dengan nama FBSaler mengeposkan informasi pengguna Facebook di forum internet berbahasa Inggris.
"Kami menjual informasi pribadi pengguna Facebook. Database kami mencakup 120 juta akun," tulis pengguna forum tersebut.
Data 176 ribu akun lainnya juga bisa diakses. Data seperti nomor telepon dan alamat email pun bisa dilihat jika pengguna tidak mengaturnya agar tidak terlihat oleh publik.
Berdasarkan penelusuran, alamat IP yang digunakan untuk menjual data pribadi ini telah ditandai oleh layanan Pelacak Kejahatan Siber sebagai alamat yang kerap menyebarkan Trojan LokiBot, yang bisa dipakai untuk mengambil nama akun dan password pengguna, seperti dilaporkan BBC. (eks/eks)