Konferensi Jenewa sendiri adalah perjanjian yang menjadi dasar terbentuknya badan keamanan PBB. Dengan adanya Konvensi Jenewa Digital, diharapkan bisa menjadi dasar untuk membangun PBB bagi dunia siber yang melindungi warga sipil di internet.
"Perjanjian untuk tidak saling menyerang lewat perang siber," jelas Amtony Cook, Associate General Counsel, Corporate External & Legal Affairs, Microsoft Asia, dalam perbincangan di acara Microsoft Digital Trust Asia 2018, di kantor Micorsoft di Singapura, Selasa (30/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hadapi Rusia, Inggris Perkuat Tentara Siber |
Terjadi juga kekhawatiran dimana pemerintah mulai mengembangkan senjata software untuk menyerang atau menjaga keamanan nasional mereka.
"Kami mendorong negara untuk membuat kesepakatan bahwa mereka tidak akan saling menyerang satu sama lain," jelas Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel & Regional Director, Digital Crimes Unit (DCU), Microsoft Asia, saat berbincang dikesempatan terpisah.
"Meski kami mengakui hal ini sulit dilakukan, tapi beberapa negara sudah memulai pendekatan dengan negara lain mengenai hal ini. Setidaknya sudah ada langkah yang dilakukan," tandasnya tanpa merinci lebih lanjut negara mana saja yang sudah melakukan langkah tersebut. (eks/eks)