"Ini kalau sudah diproduksi saya pembeli pertama. Saya akan beli 100," kata Jokowi di Halaman Istana Merdeka, Rabu (7/11) pagi.
Hal itu disampaikan usai menguji coba motor listrik di kompleks Istana Merdeka. Menurutnya, motor listrik ini ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan suara, berbeda dengan koleksi motor besarnya selama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya warna-warni. Ini brand and principle 100 persen Indonesia," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini sambil tertawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya presiden sangat men-support, menginginkan Januari (2019) akan me-launching ini sebagai produk yang siap dijual," kata Joni.
Peluncuran motor listrik Gesits kini terkatung-katung. Padahal rencana peluncuran dijadwalkan pada Agustus 2018, namun dibatalkan dengan alasan belum siap di internal Garansindo.
Presiden Jokowi duduk di jok motor listrik Gesits di Istana Merdeka pada Rabu (7/11). (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Direktur PT Garansindo Zaki Nahdi Saleh mengatakan bahwa sekitar 30 ribu Gesits telah dipesan terlebih dahulu meski jajarannya belum menentukan harga jual pasti. Ia menginginkan harga pasar bisa di bawah kompetitor sekelas motor konvensional.
"Kalau dari kami, industrinya kurang lebih Rp20 juta dan harga pasar kurang lebih Rp22 juta-Rp23 juta," kata Zaki.
Lihat juga:'Utang' Produksi Gesits Tembus 25.000 unit |
"Jadi mau habis pergi ke SPBU langsung ada swap station. Bayar pakai HP enggak pakai cash. Masuk kasih (baterai) yang lama, ambil yang baru, jalan. Jadi tidak ada cerita nunggu tiga-lima jam," tuturnya.
Tiga kota besar yakni Jakarta, Surabaya, dan Bali menjadi target utama penjualan motor listrik Gesits. Penjualan akan dilakukan bertahap dengan target mencapai 60 ribu motor per tahun, setelah dikoreksi sebelumnya mencapai 100 ribu unit per tahun. (chri/mik)
Presiden Jokowi duduk di jok motor listrik Gesits di Istana Merdeka pada Rabu (7/11). (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)