Digitalisasi Manajemen SDM Manfaatkan Sistem Cloud

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 03:00 WIB
Digitalisasi Manajemen SDM Manfaatkan Sistem Cloud Ilustrasi. (Google)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen Sumber Daya Manusia dalam perusahaan dinilai masih tradisional. Walaupun mayoritas sudah menggunakan komputer. Pasalnya, masih ditemukan banyak masalah seperti sistem yang rumit hingga mahalnya biaya pengaturan administrasi.

CEO Sleekr Suwandi Soh mengungkapkan masalah-masalah tersebut bisa terselesaikan jika perusahaan beralih ke sistem komputasi awan atau cloud.

"Orang pikir kalau sudah pakai komputer itu sudah lebih aman daripada file-file yang akan lebih mudah hilang karena kebanjiran atau banjir. Jadi di sistem tradisional, tidak memakai cloud," ujar Suwandi pada Kamis (8/11) di HR SUMMIT, di Senayan City, Jakarta Pusat.
Jika sebuah perusahaan memakai server, biaya pemakaiannya sangat besar. Belum lagi, perusahaan perlu pemeliharaan dan membeli lisensi.


"Dulu butuh Rp1 miliar untuk orang punya sistem HR yang bagus," tambah Suwandi.

Tak hanya mahal, update dari software yang digunakan juga akan memerlukan waktu lama. Sebab, pembaruan program di server lebih sulit dilakukan tanpa mengangu kinerja server itu sendiri.

"Masalanya di SME adalah mereka semua masih manual jadi kita ingin meningkatkan efisiensi SME di Indonesia dengan teknologi, salah satu yang melibatkan semua orang itu di bidang HR," ujar dia.

Oleh karena itu, Suwandi mengatakan sudah saatnya sistem manajemen SDM beralih ke sistem cloud agar lebih efisien.
Suwandi menambahkan dirinya memiliki mimpi membumikan teknologi terutama di bidang sumber daya manusia yang menurutnya hingga saat ini belum banyak disentuh. Suwandi mengatakan startup-nya berupaya untuk memperkenalkan teknologi ke masyarakat melalui aplikasi yang dibutuhkan oleh setiap perusahaan kecil dan menengah.

Suwandi merasa bahwa dengan berkembangnya industri 4.0, pertumbuhan seharusnya tidak hanya terjadi di sektor industri. Melainkan otomasi di bidang manajemen sumber daya manusia untuk mendukung pergerakan ekonomi.

"Bagaimana orang akan berkembang di industri digital jika mereka tidak punya pengalaman digital, terutama di lingkungan kerja. Caranya agar mereka bisa mendapatkan exposure di lingkungan kerja," jelasnya.

Sementara itu, Sleekr yang berdiri sejak 2014 silam ini mengklaim telah memiliki sekitar 6.500 klien dari perusahaan kecil dan menengah di Indonesia. Beberapa kliennya termasuk Gojek, Tokopedia, Salestok, UangTeman, Miniso dan lainnya.

Startup berbasis cloud ini baru saja mengakuisisi startup manajemen SDM, Talenta, pada Mei 2018 dan layanan akuntansi berbasis cloud, Kiper, pada 2016. Sleekr memberikan solusi manajemen HR mulai dari absensi, pembayaran gaji, pembayaran asuransi, pengambilan cuti, pengingat kontrak dan lainnya. (kst/age)


BACA JUGA