Test Ride

Hasil Uji Yamaha FreeGo di Sentul

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 18:52 WIB
Hasil Uji Yamaha FreeGo di Sentul Area pengetesan Yamaha FreeGo di parkir Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/11). (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- FreeGo adalah inovasi dari Yamaha. Skutik 125 cc ini punya sesuatu 'nyeleneh' yang belum pernah dipikirkan Honda, Suzuki, atau bahkan Kawasaki.

Saya pertama kali bertemu dengan FreeGo pada saat peluncurannya di pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMoS). Pada pertemuan kedua Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, saya punya kesempatan menungganginya langsung untuk lebih jauh memahami model skutik 125 cc kelima Yamaha di Indonesia.

Pertanyaan yang paling bikin saya penasaran, buat apa Yamaha punya lebih banyak skutik 125 cc? Saat ini Yamaha sudah punya Mio, X-Ride, Fino, dan Soul GT yang sudah punya diferensiasinya masing-masing.



Yamaha FreeGo. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Nahkoda Yamaha Indonesia Minoru Morimoto menjelaskan Yamaha akan selalu menjadi penantang Honda. Menjadi seperti itu berarti Yamaha harus terus bertahan bentrok pada satu segmen dengan Honda, namun tetap menghasilkan sesuatu yang disebut Morimoto "Yamaha way" guna menciptakan pasar lain.

FreeGo dikatakan wujud semangat penantang, sama seperti saat Yamaha menghasilkan Nmax, Lexi, dan produk lainnya di keluarga Maxi. Meski begitu bisa dipahami lima model skutik 125 cc bisa jadi terlalu banyak, jadi harap maklum bila pada saatnya nanti ada satu atau dua model di antaranya masuk masa pensiun.

Posisi Berkendara

Menurut saya, FreeGo adalah kombinasi dari banyak produk Yamaha yang sudah ada. Desainnya seperti Aerox 155 versi lebih kecil dan kalem yang dirancang menggabungkan garis-garis membulat, jok seperti Lexi, dan bagasi pakai punya Nmax.

Dimensi FreeGo, panjang 1.905 mm, lebar 690 mm, tinggi 1.100 mm, serta wheelbase 1.275 mm. FreeGo lebih panjang 35 mm, lebih sempit 5 mm, dan lebih tinggi 30 mm dari Soul GT.

Dibanding Vario 125, FreeGo lebih pendek 14 mm, lebih lebar 11 mm, dan lebih tinggi 38 mm. Sedangkan wheelbase FreeGo lebih pendek 5 mm dari Vario 125 dan lebih panjang 15 mm dari Soul GT.

Tinggi jok FreeGo 778 mm, itu lebih tinggi dari Soul GT (760 mm) atau bahkan Vario 125 (744 mm).

Kapasitas bagasi FreeGo 25 liter, lebih besar dari Nmax. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani).
Kapasitas bagasi FreeGo sebesar 25 liter membuat desain jok jadi melebar, konsekuensinya saat berkendara dalam posisi berhenti kedua kaki biker tinggi 169 cm cenderung mengangkang dan jinjit waktu berhenti.

Kapasitas bagasi FreeGo bisa lebih luas dari Nmax (23 liter) adalah trik para insinyur Yamaha. Ruang penyimpanan yang muat dua helm itu memungkinkan terjadi karena tangki bahan bakar tidak diletakkan seperti pada umumnya.

Semua skutik 125 cc Yamaha punya tangki bahan bakar di bawah jok, sedangkan FreeGo memilikinya di bawah kaki biker atau tepatnya di bawah dek pijakan kaki. Hal ini berbeda dari Aerox 155 dan Nmax yang didesain punya tangki di antara kedua kaki biker.

Desain tangki bahan bakar Yamaha FreeGo, di bawah kaki biker. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Yamaha mengklaim posisi tangki FreeGo aman dari benturan ataupun banjir. Tangki 4,2 liter itu berada di antara sasis bagian bawah dan bagian bawah tangki dilapisi pelat baja. Terdapat rongga antara tangki dan pelat baja itu.

Desainer Yamaha memilih lokasi tutup tangki untuk mengisi bahan bakar berada di posisi yang biasanya menjadi ruang penyimpanan sebelah kiri. Persisnya posisi itu ada di bawah setang bagian kiri atau di depan dengkul pengendara.

Efeknya buat biker tidak perlu repot buka jok waktu mengisi bensin. Namun perlu diingat bahwa pengendara tetap harus turun dari motor saat mengisi bensin sesuai standar prosedur yang berlaku di SPBU.

Test ride Yamaha FreeGo. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani).
Manuver 'Berwibawa'

Suara menyalakan mesin FreeGo terdengar lebih halus di telinga karena menggunakan Smart Motor Generator (SMG) seperti Lexi dan Aerox 155. Walau begitu tidak sehalus Alternating Current Generator (ACG) Starter pada motor Honda.

Rasa posisi berkendara FreeGo tidak seperti produk Yamaha lainnya. Rasa ketika memegang setang mengingatkan saat menunggangi Honda Spacy karena ukuran batok kepala yang besar dan posisi setang jauh lebih tinggi dari pinggang biker.

Gerakan tubuh FreeGo tidak selincah Soul GT, namun tiap manuver 'berwibawa' karena pakai ban lebar pada pelek 12 inci. Belum pernah ada skutik 125cc Yamaha yang pakai pelek 12 inci.

Pada FreeGo ban depan berukuran 100/90 sedangkan belakang 110/90, ukuran itu sama persis Honda Scoopy. Pelek 12 inci dengan profil ban lebar menawarkan kestabilan menikung, kecepatan akselerasi awal karena traksi lebih besar, dan pengereman lebih baik.


FreeGo, skutik 125cc pertama Yamaha yang dibekali ABS. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani).
Tes ABS

FreeGo merupakan satu-satunya skutik 125cc di Indonesia yang dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS). Poin ini menjadi salah satu terobosan yang dilakukan Yamaha.

Dipandang dari sisi keselamatan, ABS dianggap mampu mengurangi potensi kecelakaan. Guna ABS bikin ban tidak akan berhenti berputar seketika saat pengereman mendadak.

ABS dikendalikan sistem komputer yang mendapat input dari sensor-sensor. Saat bekerja ABS memerintahkan kampas rem menjepit cakram berulang kali secara cepat. Kecepatannya bisa 15 kali menjepit dalam satu detik.

Saya perlu berulang-ulang mencoba berakselerasi lalu mengerem mendadak sampai ABS pada FreeGo aktif. Sebagian besar percobaan dilakukan pada kecepatan puncak antara 30 km per jam hingga sekitar 40 km per jam.

ABS tidak selalu aktif, namun begitu bekerja saya mendengar 'suara komputer' lalu ban depan terasa berulang rapat mendapatkan traksi. Catatannya, sebagian besar area aspal parkir di Sirkuit Sentul yang jadi kawasan test ride berserakan krikil dan pasir.

Yamaha FreeGo memiliki mesin 125 cc berpendingin udara dengan teknologi Blue Core yang menghasilkan tenaga 9,3 tenaga kuda dan 9,5 Nm. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani).
Fitur-fitur

FreeGo punya tiga varian, yaitu standar (Rp18,5 juta), S (Rp19,7 juta), dan S ABS (Rp22,5 juta). Pada varian standar, biker mendapat kenikmatan berkendara dari fitur-fitur seperti lampu depan LED, lampu hazard, electric power socket (soket cas), spidometer digital monokrom, dan Stop & Start System (SSS).

Pada varian S punya semua kelengkapan standar, namun ditambah Smart Key System (SKS). Sedangkan S ABS pada dasarnya varian S yang ditambah ABS.

Lampu depan LED, lampu hazard, dan spidometer digital monokrom merupakan fitur modern yang 'nice to have'.

Soket cas untuk pengisian gadget letaknya ada di atas rumah kunci. Namun masalahnya, tidak ada ruang penyimpanan di sekitarnya terutama karena kompartemen sebelah kiri menjadi tutup tangki. Jadi, biker bakalan kesulitan meletakkan gadget seperti ponsel sambil dicas.


Yamaha FreeGo menggunakan keyless dan soket cas. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Posisi soket cas seperti itu sangat berguna untuk para pengemudi ojek online yang kerap kali terlihat menyimpan ponsel di kantong, ditempel di spidometer, atau pakai tambahan aksesori penyangga.

Dibanding varian standar, konsumen perlu menambah biaya Rp1,2 juta untuk mendapatkan varian S dengan SKS. SKS merupakan sistem keyless yang sudah dilengkapi immobilizer dan answer back, fitur ini menyulitkan pencuri dan mengubah tampilan rumah kunci sebab ditambahkan knop.

Bila dinilai dari beda harga antara varian S dan S ABS, maka nilai ABS pada FreeGo sebesar Rp2,8 juta. Beda segitu lebih murah dibanding varian Nmax ABS dan Non ABS sebesar Rp3,75 juta.

Buat sebagian orang yang lebih peduli keselamatan, varian ABS bisa jadi pilihan. Catatan lain soal ABS yaitu bikin berat bodi bertambah 2 kg, varian S beratnya 100 kg. (fea/mik)