Lalu, apa makna lukisan dan motif pelukisnya meninggalkan gambar-gambar itu?
Arkeolog Universitas Indonesia R Cecep Eka Permana, menjelaskan bahwa ada berbagai tujuan manusia zaman es membuat gambar-gambar itu di dinding gua. Lukisan-lukisan itu ditinggalkan di gua karena dulunya manusia hidup berpindah-pindah mengikuti hewan perburuan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya gambar binatang, peneliti juga menemukan banyak gambar telapak tangan. Menurut Cecep ada beberapa arti etnografi dari cap-cap tangan atau stensil tersebut.
Lihat juga:Menyusuri Jejak Seni Gua di Seluruh Dunia |
Arti etnografi telapak tangan yang lebih spesifik juga ada berdasarkan daerah. Di Papua, misalnya, dia pernah menemukan cap tangan yang seolah-olah terputus.
"Itu artinya mereka berkabung, karena sebelumnya masuknya agama Kristiani ya, atau agamalah ya, itu memang mereka memotong salah satu ruas jarinya ketika ada anggota keluarganya meninggal. Itu sebagai tanda berkabung. Itu sampai akhir abad tahun 19, ritual itu masih ada," paparnya.
Selain itu, peneliti arkeologi dari Institut Teknologi Bandung, Pindi Setiawan, juga menyatakan bahwa kemungkinan gambar-gambar tersebut merupakan pernyataan peningkatan status, misalnya dari remaja ke dewasa.
"Ada juga kemungkinan itu pohon keluarga ya karena ada banyak telapak tangan dewasa kemudian anak-anak di bawahnya dan mereka dihubungkan dengan garis," lanjut Pindi. (kst/age)