China telah membentuk undang-undang baru yang dikhususkan untuk membatasi media dalam memberitakan sebuah informasi. Mereka melakukan pengawasan pada situs media dan memintanya untuk menghapus seluruh konten yang dianggap tidak dapat diterima.
CAC mengatakan bahwa mereka telah menghapus akun-akun yang melakukan pelanggaran, seperti menyebarkan informasi yang membahayakan politik, memalsukan sejarah Partai Komunis China (PKC), dan memfitnah pahlawan serta citra bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Google Kekeh Kembali Jajaki China |
CAC merupakan sebuah komisi yang mengurus regulator internet pusar, pengawasan, dan badan kontrol untuk China.
"Self-media" merupakan sebuah istilah yang digunakan pada media sosial China untuk mendeskripsikan akun berita independen, yang menghasilkan konten orisinal, tetapi tidak terdaftar secara resmi oleh pihak berwenang.
Akun-akun tersebut telah banyak beredar di China beberapa tahun terakhir ini, dimulai dari jurnalisme investigasi hingga gosip selebiriti dan konten cabul. Akun tersebut memiliki tingkat popularitas yang tinggi karena menawarkan lebih banyak berita baru dan sensasional daripada sumber-sumber resmi.
Seorang pengguna Weibo mempertanyakan pemblokiran yang dilakukan CAC pada salah satu blog seni dan budaya "youshuguang". Blog tersebut dikatakan tidak memiliki tanda-tanda pelanggaran dan hanya menulis konten emotif (membangkitkan emosi) dengan cara yang baik.
Salah satu organisasi China non-profit NGOCN membuat sebuah artikel yang populer mengenai masalah sosial di China. Walaupun organisasi tersebut memiliki dua akun yang telah dihapus, mereka tetap menjanjikan akan terus membuat sebuah konten. (jef/eks)