Spanyol: 'Adios' Mobil Beremisi Mulai 2040

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 13:12 WIB
Spanyol: 'Adios' Mobil Beremisi Mulai 2040 Ilustrasi pabrik Toyota di Amerika. (Foto: REUTERS/Issei Kato)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keberadaan mobil mesin bensin dan diesel di Eropa akan semakin 'tercekik' setelah sejumlah negara membatasi ruang geraknya. Terbaru adalah pemerintah Spanyol yang melakukan pelarangan penjualan kendaraan bermesin bensin dan diesel mulai 2040.

Otoritas setempat sepakat untuk membuat aturan melarang peredaran mobil beremisi demi menjaga kualitas udara di negara berjuluk negeri matador itu.

Dalam proposal yang berisi dokumen undang-undang transisi energi dilansir AFP Rabu (14/11), menjelaskan bahwa Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez sedang merancang aturan yang isinya mengatur tentang penggunaan kendaraan di Spanyol di masa depan.


Pemerintah setempat juga memastikan segala bentuk subsidi yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil akan dihentikan seiring diberlakukannya aturan mobil ramah lingkungan.

Diberlakukannya aturan tersebut praktis Spanyol bebas emisi karbon pada 2050. Saat itu juga seluruh kendaraan yang beredar nanti sudah menggunakan teknologi ramah lingkungan seperti mobil plug-in hybrid, hybrid dan listrik.

"Pada 2050, harus bergantung secara eksklusif pada sumber energi terbarukan," seperti yang tertulis dalam dokumen itu.

Spanyol salah satu negara yang berkomitmen melarang peredaran mobil konvensional pada 2040 setelah Inggris, Prancis, serta China. Sementara Jerman, Denmark, Irlandia, Belanda, dan India berencana untuk menerapkan regulasi yang sama pada 2030.

Sedangkan Austria dan Kosta Rika mencanangkan target pada 2020 dan 2021, lalu Norwegia targetnya mengakhiri penggunaan bahan bakar minyak pada 2025.

Pemerintah Indonesia telah menyatakan keseriusan untuk mengembangkan kendaraan listrik dengan Perpres yang kini sedang dikaji. Komitmen Indonesia, yaitu 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) pada 2025. (ryh/mik)


ARTIKEL TERKAIT