Kanit 5 Sub Direktorat Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Mabes Polri Ajun Komisaris Besar Sri Hendrawati menjelaskan bahwa suku cadang dua merek motor yang banyak dipalsukan adalah Honda dan Yamaha. Suku cadang palsu juga banyak ditemukan pada merek mobil Toyota.
"Yamaha, Honda, Toyota, itu saja. Tapi itu karena mereka (konsumen) mengadukan ke kami," kata Sri dalam acara diskusi "Penanggulangan Peredaran Produk Palsu/Ilegal Sebagai Upaya Perlindungan Konsumen di Indonesia" di Jakarta Pusat, Kamis (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Toyota Puncaki ASEAN NCAP |
"Dan ada juga yang mereka (konsumen korban) dipalsuin tidak masalah. Untuk tahun ini belum ada laporan," ucap Sri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, suku cadang palsu ternyata banyak didatangkan dari China. Dikatakan Sri, belum ditemukan suku cadang palsu yang diproduksi di dalam negeri.
"Sampai sekarang masih dari China untuk onderdil palsu ini. Kami belum nemuin produk lokalnya," imbuh Sri.
"Seperti kampas rem, gear set ya onderdil yang ruting diganti itu banyak dipalsukan," kata Justisiari.
Berdasarkan survei, MIAP menunjukkan kerugian ekonomi yang disebabkan oleh pemalsuan produk terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2005, kerugian ekonomi mencapai Rp4,41 triliun dan angkanya meningkat tajam ditahun 2014 yang mencatatkan kerugian hingga Rp65,1 triliun.
Namun, MIAP belum mempunyai angka pasti terkait kerugian secara spesifik pada sektor industri otomotif dalam negeri akibat tindak pemalsuan ini. (ryh/mik)