Penyelenggara Imx, National Modificator & Aftermarket Association (NMAA), disebut platform baru karena tidak hanya melibatkan pemodifikasi lokal, tetapi juga merek-merek aftermarket dalam dan luar negeri, pemegang merek mobil, komunitas, dan praktisi modifikasi asing dari Amerika Serikat (AS) dan Jepang.
"Kami berharap acara ini bisa memenuhi ekspektasi para pelaku di dalamnya dan bermanfaat untuk perkembangan modifikasi ke depannya. Dengan Imx kami yakin modifikasi dan aftermarket bakal menjadi industri yang menjanjikan," kata Andre Mulyadi, Project Director Imx 2018, dalam sambutannya pada seremoni pembukaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Suka Duka Modifikasi Motor 'Custom' Jokowi |
Harjanto mengatakan Imx bisa jadi penyemangat buat para inovator di dalam negeri menciptakan produk-produk baru. Dia menjelaskan pemerintah akan mendorong dalam bentuk fasilitas buat para starup dengan orientasi ekspor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kustomfest 2018: 'Beda itu Indah' |
Imx digelar selama dua hari. Berbagai macam hasil kreatif ditampilkan, misalnya modifikasi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes), Daihatsu Xenia dengan mesin V8, kolaborasi Datsun dengan merek sepatu lokal, penampilan Toyota 86 hasil kolaborasi dengan tuner AS. Total ada 50 mobil modifikasi yang dipamerkan.
Bukan cuma produk, IMX 2018 juga diisi acara seminar yang melibatkan narasumber pemodikasi internasional. Interaksi ini diharapkan jadi bekal ilmu penting buat pemodifikasi lokal mengembangkan diri. (fea/mik)