Polri Perhitungkan Tes Sim C Dipantau Sensor Berlaku Nasional

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 11:33 WIB
Polri Perhitungkan Tes Sim C Dipantau Sensor Berlaku Nasional Ujian praktik SIM C 'dipantau' sensor ultrasonik di Sidoarjo. (Foto: Detikcom/Suparno Nodhor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri mengatakan ujian praktik SIM C yang dipantau sensor ultrasonik tidak menutup kemungkinan berlaku nasional.

Menurut Refdi pihak kepolisian harus mengkaji keefektifan dari ujian praktik SIM C pakai sensor itu sebelum diterapkan secara nasional.

"Segala terobosan oleh siapa pun selama tidak lari dari aturan ya harus disingkronkan. Makanya perlu dikaji dulu oleh tim litbang," kata Refdi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (16/11).


Seperti diketahui, ujian praktik SIM C mengandalkan sensor ultrasonik yang disebut 'Sidoarjo Smart Driving Tes' telah dilakukan di Satlantas Polresta Sidoarjo dan akan diluncurkan dalam beberapa hari ke depan.

Pada lintasan ujian praktik dipasangi 29 titik sensor ultrasonik. Sensor-sensor ini membentuk angka delapan. Di sampingnya ada trek lurus yang dipasang 20 traffic cone.

Khusus ujian praktik membentuk angka delapan, setiap pemohon wajib melintas garis. Ketika peserta ujian melewati garis putih, maka secara otomatis sirene akan berbunyi.

"Semua bisa berkreasi, tapi jangan luput dari melihat bagaimana untung rugi (dari sistem itu). Apakah selaras juga dengan Peraturan Kapolri. Dan intinya ide siapa saja akan kami hargai," ungkap Refdi

Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas Mabes Polri Brigadir Jenderal Chryshnanda Dwilaksana menambahkan yang terpenting dari sebuah terobosan adalah tujuannya harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Dijelaskan Chryshnanda, terobosan ujian praktik seperti di Sidoarjo bisa dilakukan di setiap Polres di Indonesia, dengan syarat tetap menegakkan aturan.

"Kalau itu bagus dan bermanfaat silakan kembangkan. Caranya sesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kemampuannya. Tapi saya kira ini era digital. Dan saya rasa semuanya bisa melakukan," tutup Chryshnanda. (mik)


BACA JUGA