"Monitoring BSSN sepanjang bulan Januari sampai dengan Juni merekam 143,4 juta serangan siber, ditambah 1.335 laporan kasus insiden siber dari masyarakat dan perkiraan jumlah itu akan meningkat," ujar Djoko di kantor BSSN, Jakarta, Senin (19/11).
Djoko menyebut serangan siber yang dimaksud bisa bermacam-macam mulai dari malware hingga hujatan dan fitnah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itulah yang menjadi latar belakang BSSN dalam menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kementerian Dalam Negeri. MoU itu berisi tentang kerja sama untuk mengamankan data penduduk dari serangan siber.
Sementara itu Mendagri Tjahjo Kumolo menargetkan program NIK tunggal bakal rampung paling lambat tahun depan. Untuk itu, pihaknya sudah bekerja sama dengan berbagai pihak mulai dari kementerian/lembaga dan swasta.
"Saya kira ini penting menyangkut masalah kelompok teroris, siapa yang suka menyebar hoaks, itu kan gampang sekali dicari dan pasti akurat by name, by address, sampai nomor ponsel, nomor paspornya, nomor pajaknya, ada lengkap SIM juga lengkap kami ingin paling lambat tahun depan sudah warga negara kita udah punya single identity," papar Tjahjo. (sah/evn)