Alasan Skandal Bos Nissan Carlos Ghosn Penting Diketahui

CNN Internasional/Charles Riley/Chris Isidore, CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 15:59 WIB
Alasan Skandal Bos Nissan Carlos Ghosn Penting Diketahui Carlos Ghosn adalah sosok di balik terbentuknya kemitraan antara Nissan, Mitsubishi, dan Renault. (REUTERS/Steve Marcus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Carlos Ghosn adalah motor penggerak di balik pabrik-pabrik unggulan di industri otomotif, 'sekutu' yang terdiri atas tiga perusahaan berbeda yang mempekerjakan lebih dari 470 ribu pegawai, menjalankan 122 pabrik, dan menjual 10,6 juta mobil pada 2017.

Sekarang Ghosn dalam masalah besar.

Industri otomotif mengalami guncangan besar pada Senin malam ketika Nissan menyatakan bahwa penyelidikan internal telah mengungkapkan bukti-bukti Ghosn selama bertahun-tahun berbohohong soal pendapatannya dan menyalahgunakan aset perusahaan.


Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di industri ini, Ghosn bukan seorang pejabat biasa.

Selain posisinya di perusahaan Nissan --ia masih menjadi Direktur Umum hingga tahun lalu-- Ghosn juga pemimpin di Mitsubishi Motors. Saat ini ia juga menjabat sebagai Direktur Utama dan Pimpinan dari produsen mobil Perancis, Renault.

Kesamaan tiga perusahaan ini bukan hanya soal pemimpin. Mereka juga berbagi kepemilikan saham.

Jadi, sementara mereka coba meraup konsumen yang berbeda dengan merek yang berbeda, dan berbasis di dua benua berbeda, dalam beberapa aspek ketiga perusahaan ini berfungsi seperti satu entitas.

Banyak pejabat-pejabat ketiga perusahaan itu harus melapor kepada tiga Dirut berbeda. Keputusan besar terkait produk dan investasi dari setiap perusahaan juga diambil berdasarkan persetujuan dua mitra lainnya.

Ghosn adalah motor penggerak di balik kemitraan ini. Ia menyatukan produsen-produsen mobil kelas tiga menjadi satu kekuatan dengan total penjualan yang bisa menyaingi Volkswagen, Toyota, dan General Motors.

Persekutuan Paling Sukses di Dunia Otomotif

Selama bertahun-tahun ada kemitraan-kemitraan lainnya di industri otomotif, tapi tak ada yang sesukses atau serekat mereka. Ghosn menunjukkan pada dunia otomotif bahwa kemitraan bisa berlangsung sehingga miliaran dolar bisa dihemat.

Persekutuan ini dimulai ketika Renault dan Nissan menjalin kerja sama 19 tahun lalu. Renault memiliki 43,5 persen saham di Nissan, sementara Nissan memiliki 15 persen saham Renault. Lalu pada 2016, Mitsubishi bergabung ketika Nissan membeli 34 persen saham perusahaan Jepang itu.

Pada konferensi pers Senin malam di Jepang, Dirut Nissan Hiroto Saikawa mengatakan bahwa ia yakin kerja sama antara mitra akan terus berlangsung meski Nissan coba mencopot Ghosn dari jabatannya.

Ia mengatakan bahwa sangat mungkin ketiga perusahaan itu menunjuk satu orang sebagai pemimpin bersama.

"Saya takkan mengatakan bahwa ini tak berpengaruh sama sekali," kata Saikawa. "Hanya saja, kami akan melakukan yang terbaik (untuk meminimalisir pengaruh). Kemitraan ini tidak akan terpengaruh oleh insiden ini."

Industri otomotif global saat ini harus menginvestasikan puluhan miliar dolar untuk membangun mobil listrik -- sebelum didahului perusahaan-perusahaan teknologi.

Produsen mobil lain seperti Ford dan Volkswagen kini sedang mendiskusikan kemungkinan membentuk kemitraan.

Rebecca Lindland, seorang analis senior di Cox Automotive, mengatakan bahwa tantangan besar yang dihadapi industri mobil saat ini membuat kemitraan yang digawangi Ghosn akan bertahan. Namun, tidak akan berjalan seperti semula.

"Tidak akan hancur berantakan, tapi pasti akan terganggu," ujarnya.

Kemitraan tiga perusahaan ini sebelumnya telah merencanakan langkah mereka setelah Ghosn turun, terutama karena Ghosn diperkirakan pensiun pada 2022 anti. Lindland menyatakan akselerasi dalam proses suksesi ini akan menyebabkan gangguan di lingkaran pejabat-pejabat tinggi.

"Mungkin ada banyak orang yang pekerjaan hariannya tidak akan berubah," kata Lindland. "Namun akan ada pejabat yang tersingkir. Setiap kali disrupsi di pucuk pimpinan, yang sifatnya secepat ini, pasti akan menyebabkan sedikit kekacauan."

Mitsubishi mengatakan bahwa mereka mengusulkan dewan direksi untuk sementara mencopot Ghosn dari posisinya, dan Renault mengatakan bahwa dewan direksi mereka akan segera menggelar pertemuan. (vws/vws)