Upaya transformasi bisnis bisa terlihat belanja teknologi perusahaan yang terus meningkat.
"Belanja teknologi dan layanan di Asia Pasifik untuk memungkinkan operasi bisnis, metode dan solusi bisnis kira-kira telah mencapai US$386 miliar di 2018. Angka itu tercatat naik 15,3 persen dibanding 2017," jelas Sudev di Jakarta, Kamis (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyeksi tersebut menurut Sudev diungkap melihat pada pemahaman perusahaan Indonesia yang kian menganggap penting big data dan analytics bagi perusahaan yang ingin 'naik level'. Tak mengherankan jika mereka akan kembali berinvestasi di sektor tersebut.
Tahun ini, perusahaan-perusahaan di Indonesia dilaporkan mengucurkan dana untuk transformasi model operasional sebesar 57 persen, jalur bisnis 22 persen, informasi 12 persen, tempat kerja dan kepemimpinan 3,5 persen.
Sementara untuk periode 2019 hingga 2021, Indonesia diprediksi akan berbelanja teknologi sebesar US$35 ribu - US$40 ribu.
Eddie Ang, Excecutive Director, Entreprise Business Lenovo Central Asia Pacific menjelaskan upaya transformasi digital bukan berarti tanpa tantangan. Sebelum bertransformasi, Ang mengatakan pekerja harus lebih dulu dibekali teknologi dan kemampuan untuk menjalankannya.
"Jalan untuk memberikan pengalaman pelanggan terbaik dan mendapatkan nilai bisnis harus dimulai dengan meningkatkan pengalaman pegawai. Berinvestasi di teknologi seperti Device as a Serivice, AI dan AR akan membantu perusahaan untuk menciptakan tempat kerja yang lebih cerdas, aman dan produktif serta kolaboratif," ujar Ang di kesempatan yang sama.
Disamping itu, tak bisa dipungkiri jka ada perbedaan preferensi bekerja antara satu pegawai dengan lainnya. Setiap pekerja juga memiliki perangkat atau aplikasi kesukaan dalam menyelesaikan tugas.
Lihat juga:Sengkarut Bolt, Hidup Segan Mati Enggan |
Proyeksi ini dilakukan seiriing dengan riset yang diselenggarakan Lenovo dan IDC selama Oktober 2018. Dalam riset bertajuk 'Powering Intelligent Transformation' melibatkan setidaknya 1.097 perusahaan di Asia Pasifik dan mewawancarai 384 perusahaan di delapan sektor di Indonesia.
Riset yang sama juga memprediksi bahwa sebanyak 25 persen dari proses pengembangan dan operasional perusahaan akan terotomatisasi sehingga meningkatkan 15 persen produktivitas IT dan membutuhkan IT untuk mendefinisikan ulang kemampuan serta mengatur pekerja digital. (kst/evn)