VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Say mengungkap alasan penurunan go-ride karena persaingan bisnis yang berhubungan dengan supply dan demand.
Akibat penurunan tarif ini, sering terjadi unjuk rasa yang dilakukan para pengemudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tak ada permintaan yang masuk, kata Michael, maka pendapatan mitra akan menurun lantaran penumpang berpindah ke aplikasi lain. Oleh karenanya, Gojek meminta para mitranya untuk memahami hal tersebut.
Lihat juga:Grab Tak Gentar Hadapi Ekspansi Gojek |
Sehingga menurutnya, jika pihaknya dikatakan tidak memperhatikan tarif itu tidak benar.
Michael juga mengklaim bahwa pihaknya tidak pernah merubah kebijakan termasuk perubahan tarif dan mekanisme bonus tanpa melakukan negosiasi dengan komunitas-komunitas mitra di Indonesia.
"Kami selalu undang mitra untuk ikut ke dalam komunitas dan ikut ke dalam Kopdar. Setiap kali kami melakukan penyesuaian selalu di wadah komunikasi, formal," jelasnya.
Michael pun mengungkapkan penjelasan penyesuaian sudah dilakukan jauh sebelum implementasi.
Gojek sendiri saat ini mengklaim telah menjangkau 4 ribu lebih komunitas di seluruh Indonesia melalui program Kopdar. Aplikasi yang dibangun pada 2010 tersebut juga sudah diunduh lebih dari 108 juta kali di iOS, Google Store dan memiliki lebih dari satu juta mitra.
Sebelumnya, Gojek sempat menaikkan tarif per km GoRide dari Rp1.600 per km menjadi Rp2.200-Rp3.300 per km. Namun, tarif tersebut disebut telah turun lagi menjadi Rp1.600, menurut dua mitra Gojek yang diwawancarai CNNIndonesia.com hari ini. (kst/age)