"Saya tidak mau menanggapi pernyataan siapapun. Tapi yang bisa saya pastikan adalah mitra gojek ini adalah wirausahawan," papar Michael dalam acara temu media di Kantor Gojek, Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan pada Jumat (23/11).
Sebagai wirausahawan, para pengemudi ojek ini telah menyumbang besar pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Walaupun hanya menarik ojek, sebanyak 400 mitra Gojek bisa menyicil rumah berkat program kerjasama Gojek dengan berbagai bank.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Michael berdasarkan data riset Lembaga Demografi FEB UI pada 2018, pengemudi Gojek mendapatkan gaji di atas UMR di daerahnya masing-masing setiap bulan.
Riset yang dilakukan terhadap mitra pengemudi bulan Oktober sampai Desember 2017 dan melibatkan lebih dari 7.500 responden pada sembilan wilayah (Bandung, Bali, Balikpapan, Jabodetabek, DIY Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya).
Riset ini pun menyebutkan bahwa juga mengurangi tekanan pengangguran dengan memperluas kesempatan kerja. Terutama untuk masyarakat dengan tingkat pendidikan SMA sederajat dan perguruan tinggi atau sekolah tinggi.
Michael juga menyebut bahwa berdasarkan riset tersebut para pengemudi rata-rata telah mendapatkan pendapatan UMR setiap bulan.
Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan kesedihannya dalam acara Indonesia Economic Forum, di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11).
Dia menutup presentasi dengan membahas meme yang menunjukkan jenjang pendidikan dan karier seorang anak muda di Indonesia yang tak terlalu tinggi dan berakhir menjadi driver ojek.
"Saya ingin mengakhiri presentasi ini dengan realitas yang sedih namun juga kejam. Ini adalah meme yang sedang tersebar di internet. Jalur karier seorang anak muda Indonesia. Yang paling kanan adalah topi Sekolah Dasar, topi Sekolah Menengah Pertama dan setelah dia lulus dari Sekolah Menengah Atas, dia menjadi supir ojek, ini adalah realitas yang kejam," kata Prabowo. (kst/age)