Tips Otomotif

Mobil Jarang Dipakai Saat Musim Hujan, Lakukan 4 Hal Berikut

CNN Indonesia | Minggu, 25/11/2018 08:37 WIB
Mobil Jarang Dipakai Saat Musim Hujan, Lakukan 4 Hal Berikut Espass sempat menjadi tulang punggung Daihatsu di awal 2000. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak jarang pemilik mobil malas mengeluarkan mobil dari garasi dengan alasan akan kotor terkena air hujan dan lumpur. Alhasil mereka membiarkan mobil di dalam garasi untuk jangka waktu yang lama.

Meski demikian, harus ada perlakuan khusus ketika memutuskan meninggalkan mobil di dalam garasi untuk waktu lama agar performanya tetap prima. Jangan sampai roda empat kesayangan justru rusak karena faktor korosi, penyumbatan bahan bakar, asam di dalam mesin akibat pelumas, pertumbuhan jamur hingga pemudaran cat bodi lantaran kita tidak mengetahui cara menjaganya.

Berikut ini cara merawat mobil yang jarang digunakan.


1. Tutupi mobil dengan cover

Langkah pertama meletakkan mobil di tempat penyimpanan tertutup, gelap, dan kering. Jika tidak memiliki garasi, cobalah menyewanya. Jika memang harus menempatkan kendaraan di luar ruangan tanpa atap sama sekali, disarankan tutupi kendaraan dengan penutup mobil yang tebal.

2. Pastikan bahan bakar terisi

Meskipun jarang digunakan, tangki bahan bakar kendaraan harus tetap penuh. Sebab, jika tangki bensin pada mobil yang disimpan kosong, maka uap air dapat mengembun di dalam sistem dan menyebabkan karat dan korosi pada tangki BBM.

3. Ganti oli

Oli bekas mengandung asam, kelembapan, dan efek samping dari pembakaran sebelumnya yang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan korosi di dalam mesin. Solusi praktisnya, setidaknya panasi mobil selama 30 menit minimal seminggu sekali.

Khusus mengganti pelumas, lakukan jika kita berencana menyimpan kendaraan selama lebih dari 30 hari, apalagi jika mobil tidak dipanaskan sama sekali.

4. Cabut kutub baterai

Komponen-komponen listrik pada mobil akan sangat rawan ketika jarang digunakan. Cobalah untuk melepas kabel aki sehingga dapat mengurangi risiko kehilangan daya atau rusak. Pada saat mencabut aki, terlebih dahulu lepaskan kabel negatif dan barulah kabel positif.

Dan saat akan memasangnya, terlebih dahulu pasang kabel positif barulah negatif. (ryh/mik)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA