Sambil berusaha mengontak kantor NASA di Bumi, dia berusaha 'membuat' makanan di Mars. Watney bercocok tanam hingga membuat 'air' di Mars.
Namun, kehidupan Mars tersebut merupakan kisah novel yang kemudian dituangkan menjadi film The Martian. Film yang diperankan oleh Matt Damon ini sempat meramaikan layar bioskop pada 2015 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana caranya hidup di Mars dan apakah manusia benar-benar bisa membangun kehidupan di planet lain selain bumi?
Lebih jauh dari tujuan misi ini adalah untuk memahami evolusi Mars yang berbeda dengan Bumi hingga terbentuknya sebuah planet. Mars dulu dikenal dengan planet yang basah. Namun, planet ini berevolusi menjadi sebuah planet yang kering dan tak berpenghuni.
Dari pengumpulan fakta tersebut itulah, nantinya di masa depan diharapkan bisa ada misi manusia ke Mars. Dalam situs resmi NASA, sempat dituliskan bahwa para peneliti sedang melakukan terraforming.
Penampakan permukaan Mars. (Reuters/NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona/Handout) |
Para ilmuwan ini memiliki analisis yakni dengan melepaskan karbon dioksida yang berada di permukaan Mars--seperti oksigen dalam permukaan Bumi--untuk mengentalkan atmosfer dan menjadi selimut yang menghangatkan planet.
Sayangnya, hal ini langsung dipatahkan oleh analisis NASA yang menemukan bahwa Mars tak menyimpan cukup banyak karbon dioksida yang bisa dimasukkan untuk menghangatkan atmosfer. Mengubah lingkungan Mars yang tidak ramah menjadi tempat yang dapat dijelajahi astronot tanpa dukungan kehidupan masih mustahil dengan teknologi yang ada saat ini.
Sebagai gambaran, atmosfer Mars mayoritas terdiri dari karbon dioksida. Komponen tersebut itu terlalu tipis dan dingin untuk mendukung air cair, materi terpenting untuk kehidupan. Di Mars, tekanan atmosfer kurang dari satu persen dari tekanan atmosfer Bumi. Air cair apa pun di permukaan Mars akan sangat cepat menguap atau membeku.
Peneliti University of Colorado Bruce Jakosky melihat tidak cukup CO2 yang tersisa di Mars untuk dimasukkan kembali ke atmosfer.
Lihat juga:FOTO: Penampakan Permukaan Planet Mars |
Tekanan atmosfir di Mars adalah sekitar 0,6 persen dari Bumi. Dengan Mars yang jauh dari Matahari, peneliti memperkirakan tekanan CO2 yang mirip dengan tekanan atmosfer total Bumi diperlukan untuk menaikkan suhu yang cukup untuk memungkinkan air cair yang stabil.
"Sumber yang paling mudah diakses adalah CO2 dalam es di kutub. Itu bisa diuapkan dengan menyebarkan debu di atasnya untuk menyerap lebih banyak radiasi matahari atau dengan menggunakan bahan peledak," jelas Jakosky.
Meskipun permukaan Mars tidak ramah terhadap bentuk kehidupan yang dikenal saat ini, ada beberapa penemuan menarik dari misi-misi sebelumnya. Salah satunya adalah penampakan yang menyerupai dasar sungai kering dan endapan mineral yang hanya terbentuk dalam material air cair memberikan sebuah bukti.
Model rumah koloni Mars. (Courtesy of NASA) |
"Tentu saja, begitu ini terjadi, air dan CO2 itu hilang selamanya. Bahkan jika kerugian ini dicegah entah bagaimana, memungkinkan atmosfer untuk membangun perlahan-lahan oleh aktivitas geologi, itu akan memakan waktu sekitar 10 juta tahun hanya untuk menggandakan atmosfer Mars saat ini," menurut tim ilmuwan terraforming dalam situs NASA.
Penelitian Mars di Indonesia
Sementara itu, di Indonesia sendiri belum ada penelitian spesifik yang mengarah ke Mars. Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan saat ini belum ada yang spesifik tentang penelitian Mars, terutama soal pengiriman manusia ke Mars pada 2030.
"Saya belum tahu kepastiannya pada 2030 walau kajian tetap dilakukan NASA untuk misi jangka panjang manusia ke Mars yang cukup ekstrem dan lebih jauh dari Bulan," ujarnya, Selasa (28/11) kepada CNNIndonesia.com.
Namun, Thomas mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu disimak jika mau tinggal di Mars.
Pertama, perlunya wahana dan hunian yang bisa melindungi dari kondisi ekstrem, termasuk dari partikel energetik dari matahari. Kedua, mekanisme daur ulang oksigen dan air serta produksi makanan baik selama perjalanan maupun tinggal di Mars. Sebagai catatan, perjalanan ke Mars memakan waktu sekitar 6 bulan hingga 8 bulan.
Pada akhirnya, terbatasnya teknologi dan hasil penelitian sementara Mars saat ini masih belum menemukan titik cerah kehidupan di Mars. Namun, di masa mendatang ketika teknologi dan penelitian semakin canggih, mungkin penggalan film The Martian bisa menjadi kenyataan.
[Gambas:Video CNN] (age/stu)
Penampakan permukaan Mars. (Reuters/NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona/Handout)
Model rumah koloni Mars. (Courtesy of NASA)