Ini adalah peluncuran pertama roket itu setelah sempat mengalami kerusakan mesin pada Oktober lalu saat membawa dua penumpang.
Berdasarkan hasil investigasi, Rusia menyebut telah menemukan dan membenahi masalah yang menyebabkan gagal terbangnya roket tersebut. Sehingga saat ini, Rusia mengklaim Soyuz sudah aman untuk menerbangkan penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluncuran pada November lalu itu berhasil mengorbitkan kapsul kargo yang disebut Progress. Dengan misi penerbangan astronot kali ini, Rusia hendak membuktikan bahwa Soyuz FG aman untuk penerbangan keluar angkasa.
Sebelum kegagalan terbang itu, Soyuz FG mempunyai rekam jejak keberhasilan 100 persen sejak diluncurkan pertama kali pada 2001. Tapi pada 11 Oktober, roket ini mengalami anomali parah ketika membawa dua penumpang, astronaut NASA Nick Hague dan kosmonot Rusia Aleksey Ovchinin, seperti dilaporkan The Verge.
Para kru selamat setelah kapsul terpisah dan mendarat di bumi. Sementara roketnya sendiri hancur. Berikut tampilan detik-detik gagalnya roket pendorong Soyuz tersebut.
[Gambas:Twitter]
Sejak saat itu Roscosmos, perusahaan antariksa Rusia terus melakukan investigasi kegagalan roket pendorongnya. Sensor menunjukkan bahwa kegagalan terjadi ketika roket dirakit. Mereka menyebut bahwa kegagalan itu telah diperbaiki dan tidak akan berpengaruh pada penerbangan berikutnya. (eks/eks)