Kabar cukup mengagetkan tersebut muncul beberapa hari pasca Presiden Amerika Donald Trump mengecam General Motors (GM) di sosial medianya.
Diberitakan sebelumnya bahwa Trump disebut-sebut geram kepada GM yang akan menutup sebanyak tujuh pabriknya yang sebagian besar berdiri di Amerika Utara. Ujung dari masalah itu Trump pun mengancam akan menghilangkan subsidi kendaraan listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai masalah kebijakan kami, kami ingin mengakhiri semua subsidi itu (kendaraan listrik)," ungkap Kudlow mengutip AFP, Selasa (4/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Trump Ancam Potong Subsidi General Motors |
Belum adanya kepastian mengenai kapan berlakunya keputusan tersebut. Akan tetapi, Kudlov mengatakan bahwa perubahan ini akan diputuskan dalam waktu dekat.
"Ini semua akan berakhir dalam waktu dekat. Saya belum tahu apakah hal ini (pemberhentian subsidi) akan berakhir pada 2020 atau 2021," ujarnya.
Menanggapi kondisi ini, para ahli mengatakan bahwa Gedung Putih tidak dapat membuat keputusan secara sepihak mengingat banyak produsen otomotif baru akan masuk ke era industri kendaraan listrik.
Kudlow menjelaskan bahwa perubahan subsidi ini tidak hanya akan mempengaruhi perusahaan GM saja. Akan tetapi pada seluruh perusahaan otomotif di AS yang ikut memproduksi kendaraan listrik di AS.
Rencana pemerintahan Trump menghilangkan subsidi kendaraan listrik mendapat reaksi dari partai Demokrat. Mereka tidak akan menyetujui keputusan untuk mengakhiri subsidi kendaraan listrik di AS. Hal ini dikarenakan produk ramah lingkungan itu terus berkembang dan meningkatkan pemasukan negara.
[Gambas:Video CNN] (jef/mik)