Kisah Mistis Pulau Belitung Buat Alat Pengaman Motor 'Mandul'

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 10:14 WIB
Kisah Mistis Pulau Belitung Buat Alat Pengaman Motor 'Mandul' Tugu Batu Satam di Pulau Belitung. (Foto: Istockphoto/benito_anu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beragam sistem pengaman yang tersedia untuk sepeda motor mulai fitur antimaling secure key shutter, alarm hingga kunci setang, bahkan kunci gembok yang disiapkan pemilik kendaraan. Semua ini untuk menghindari membatasi ruang gerak para pencuri.

Namun nampaknya deretan sistem keamanan tersebut tak berguna di Pulau Belitung. Dikarenakan Belitung disebut pulau berpenduduk paling aman di Indonesia.

Dikatakan pemandu wisata Johan, pulau dengan luas sekitar 4.801 km² itu minim dari segala tindak kejahatan, termasuk aksi pencurian sepeda motor.


"Apalagi pencurian, di Belitong (Belitung) sepertinya tidak ada di sini aman dari kejahatan itu. Motor-motor di Belitong kalau parkir ya dibiarkan saja," cerita Johan kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil pantauan CNNIndonesia.com, banyak motor yang dibiarkan begitu saja tanpa pengaman tambahan. Pemandangan ini bisa dilihat di kedai kopi, warung kelontong, atau malah di pinggir jalan, semua motor tampak dibiarkan oleh pemiliknya.

Kebiasaan pemilik motor lain, yaitu membiarkan kunci kontak masih menggantung di stop kontak motor. Keadaan ini tak banyak bisa ditemui di pulau-pulau berpenghuni di Indonesia. Bisa ditarik kesimpulan bahwa Pulau Belitung memang bukan tempat untuk motor-motor dengan sistem keamanan canggih tingkat dewa.

Percaya Mistis

Menurut penuturan Johan, masyarakat jarang melakukan aksi pencurian sepeda motor bukan karena terbatasnya luas wilayah Belitung yang dikhawatirkan maling paling mudah tertangkap. Terciptanya kondisi aman ternyata masih ada hubungannya dengan kepercayaan masyarakat setempat dengan hal yang berbau 'mistis'.

Kata dia masyarakat Belitung memiliki keyakinan jika melakukan tindak kejahatan di wilayahnya, salah satunya mencuri, 'pembalasan dosa' akan diganjar di tempat, yakni pelaku tidak dapat lari ke mana-mana alias diam di tempat setelah melakukan aksinya.

"Waktu itu ada maling mencuri di rumah, setelah itu dia tidak bisa keluar. Malah mutar saja di rumah itu sampai ketangkap. Istilahnya kalau di sini ada yang 'jagain' gitu," ucap Johan.

Selain aman dari aksi pencurian, Pulau Belitung juga bebas dari kemacetan lalu lintas. Jalur kendaraan yang hanya terdiri dari dua lajur terlihat masih mampu menampung volume bus yang kebanyakan menampung wisatawan lokal.

"Saking aman dan tanpa macet, apa ada kalian lihat polisi yang jaga di jalan-jalan Belitung ini?" tanya Johan sembari tertawa. (ryh/mik)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA