"Saya rasa sudah sangat jelas terkait dengan tarif yang dibayarkan ke mitra driver, saat ini tarif driver Gojek masih yang tertinggi di pasaran," kata Michael saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa malam (4/12).
Grab selalu mengklaim berhati-hati dalam menaikkan tarif karena dianggap bisa menurunkan jumlah pesanan dan menganggap tarif bukanlah patokan tunggal untuk menaikkan kesejahteraan mitra. Berbanding terbalik dengan Grab, justru Gojek percaya diri dengan kenaikan tarif ini tidak akan menurunkan jumlah pesanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Grab Kritik Penurunan Tarif Gojek |
"Selain itu kami juga terus berupaya untuk meningkatkan jumlah order yang diterima mitra melalui beragam program promosi," imbuhnya.
"Penyesuaian tarif justru kami lakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar untuk menjaga daya saing mitra kami agar tetap menjadi pilihan konsumen. Persaingan usaha yang semakin ketat menjadi tantangan bagi kami untuk memastikan kesejahteraan dan kesinambungan pendapatan bagi driver," ucapnya.
Pada saat itu Gojek bilang ingin menaikkan tarif dan meminta Grab untuk ikut-ikutan menaikkan tarif. Kemudian sekarang tiba-tiba menurunkan tarif. Ini pesan yang tidak jelas bagi mitra pengemudi," kata Ridzki usai acara peluncuran GrabBike Lounge di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (4/12). (jnp/evn)